SPN Jabar Siap Kerahkan Personel di Aksi Demo Buruh Nasional
SERIKAT Pekerja Nasional (SPN) Jawa Barat memastikan akan turut bergabung bersama KSPI dalam aksi demo buruh nasional, 2 Oktober mendatang. SPN Jabar juga akan mendatangi Disnaker Jabar untuk kembali menyampaikan penolakan revisi UU No.13.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
SERIKAT Pekerja Nasional (SPN) Jawa Barat memastikan akan turut bergabung bersama KSPI dalam aksi demo buruh nasional, 2 Oktober mendatang. SPN Jabar juga akan mendatangi Disnaker Jabar untuk kembali menyampaikan penolakan revisi UU No.13.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jawa Barat, Dadan Sudiana memastikan, SPN Jabar bakal ikut bergabung dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonseia (KSPI), untuk aksi demo buruh Nasional di gedung DPR- RI, tanggal 02 Oktober 2019 mendatang.
Dadan mengatakan, pihaknya akan menurunkan anggotanya untuk ikut demo buruh secara Nasional ke DPR RI, khusus untuk wilayah penyangga ibu kota terdekat. "Kita akan kirim lebih kurang 1.000 / orang buruh untuk demo ke Jakarta, tentunya daerah yang terdekat seperti Bogor meliputi kota dan kabupaten, Bekasi, serta kota Depok," ungkap Dadan dalam siaran persnya di Kantor DPD SPN Jabar, Jl. Saluyu, Kota Bandung, Jumat (27/9).
Mengenai tuntuntan yang disampaikan, Dadan menjelaskan, pihaknya tetap konsisten terhadap penolakan revisi UU. No.13 Tahun 2003 dan Penghapusan PP 78 Tahun 2015. "Dari dahulu pemerintah tidak pernah tanggap, berapa kali kita demo tapi buruh tidak pernah direspon, justru saat ini pemerintah lebih cenderung membela kapitalis, kita selalu dikorbankan, mana hak kami, kapan kami bisa sejahtera," jelasnya.
Menurutnya, ada hal yang lebih penting saat ini untuk mendorong pemerintah segera mengeluarkan Perpu Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), kata dia. Karena BPJS saat ini sedang banyak permasalahan.
"Bubarkan saja BPJS kalau hanya merugikan, kembalikan seperti semula. Buruh selalu dirugikan oleh pengelola, bahkan program BPJS hanya di jadikan ajang korup bagi penguasa," tandas dia.
Dadan Sudiana menambahkan, disamping aksi demo buruh nasional, pihaknya juga akan melakukan demo ke Disnaker Provinsi Jabar, terkait persoalan yang dirasa tidak ada tanggapan. "Kita kecewa sekali, baru kali ini Disnaker tidak ada respon, berapa kali kita kirim surat audiensi, sepertinya memang demo yang lebih tepat untuk menyikapi persoalan," katanya.
Dadan mengaku, lemahnya birokrasi dan pengawasan Disnaker Prov Jabar banyak merugikan kaum buruh. "Kita nanti akan demo ke tiap daerah, biar disnaker tidak mandul, mengerti kemauan buruh dalam setiap peraturan yang ditetapkan, termasuk UMSK saat ini," paparnya.
Dadan menegasan, DPD SPN Jabar masih akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu ke DPP SPN dalam menentukan titik pelaksanaan demo buruh untuk Bandung Raya. Kendati rencana awal akan digelar di Kantor gubernur Jawa Barat, namun keputusan tersebut belum final dan dapat berubah secara situasional.(ad)
Editor : Ghiok Riswoto

