Strategi Baru : Vaksinasi Hewan di Kota Bandung Kini Berbasis Perkelurahan

Strategi vaksinasi hewan tahun ini dilakukan dengan pendekatan berbasis wilayah. Pola intervensi langsung ke kewilayahan, menjadi fokus utama.

Strategi Baru : Vaksinasi Hewan di Kota Bandung Kini Berbasis Perkelurahan
strategi vaksinasi hewan tahun ini dilakukan dengan pendekatan berbasis wilayah. Pola intervensi langsung ke kewilayahan, menjadi fokus utama.

INILAHKORAN.ID - Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Wilsandi Saefuloh mengatakan, strategi Vaksinasi hewan tahun ini dilakukan dengan pendekatan berbasis wilayah. Pola intervensi langsung ke kewilayahan, menjadi fokus utama agar program vaksinasi lebih terukur dan efektif.

“Strateginya memang tahun ini kita coba langsung intervensi ke kewilayahan-kewilayahan. Jadi kami datang ke kewilayahan, kami jadwalkan misalnya dalam seminggu satu atau dua kali. Di jadwal itu, kami melakukan pemeriksaan kesehatan, layanan vaksinasi rabies termasuk penangkapan kucing liar untuk kami steril sebagai bagian dari kontrol populasi,” kata Wilsandi Saefuloh, Sabtu 7 Maret 2026.

Ia menjelaskan, vaksinasi rabies tetap menjadi prioritas utama terutama bagi hewan penular rabies seperti anjing, kucing, musang dan kera. Selain itu, vaksinasi flu burung juga dilakukan untuk unggas-ungas yang ada di Kota Bandung.

Dengan pola intervensi berbasis wilayah, pihaknya berharap dapat mengidentifikasi secara detail wilayah mana saja yang sudah mendapatkan layanan. “Memang jumlah layanan dari tahun ke tahun tinggi, hanya sebarannya agak sulit untuk menentukan wilayah mana yang betul-betul sudah kami intervensi. Sekarang kita basicnya memang melakukan perwilayah,” ucapnya.

Wilsandi menambahkan, basis intervensi dilakukan mulai dari tingkat kelurahan bahkan bisa lebih rinci hingga RW dan RT. Dalam kondisi tertentu, vaksinasi juga dilakukan secara door to door terutama di wilayah yang ditemukan kasus gigitan atau cakaran hewan penular rabies.

“Biasanya juga sampai melakukan vaksinasi door to door, apalagi kalau memang di wilayah-wilayah yang terjadi adanya kasus gigitan atau cakaran hewan penular rabies (HPR). Itu nanti pasti kita lakukan intervensi,” ujar dia.***


Editor : JakaPermana