DKPP KBB Salurkan 157 Unit Pompa Air ke 13 Kecamatan untuk Perkuat Irigasi

Sebagai upaya menjaga produksi padi pada musim kemarau, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KBB menyalurkan 157 unit pompa air ke 13 kecamatan.

DKPP KBB Salurkan 157 Unit Pompa Air ke 13 Kecamatan untuk Perkuat Irigasi
Para petani tampak mengurus tanaman padi di sawah dari tumbuhan liar. Sebagai upaya menjaga produksi padi pada musim kemarau, DKPP KBB menyalurkan 157 unit pompa air ke 13 kecamatan. (dok)

INILAHKORAN.ID - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KBB menyalurkan 157 unit pompa air ke 13 kecamatan. Itu dilakukan sebagai upaya menjaga produksi padi pada musim kemarau.

Kepala DKPP KBB Lukmanul Hakim mengatakan, bantuan pompa air berukuran tiga inci yang bersumber dari APBN 2026 itu diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan.

"Produksi gabah diproyeksikan turun sekitar 10-15 persen pada musim tanam kedua tahun 2026 apabila tidak ada intervensi penanganan kekeringan," kata Lukman dikutip Antara, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, bantuan pompa air tersebut diperkirakan mampu mengairi lahan seluas 785 hingga 1.500 hektare, bergantung pada kondisi lahan dan ketersediaan sumber air di masing-masing wilayah.

Lukman mengatakan hingga saat ini belum ada desa di KBB yang mengalami kekeringan total, tetapi pendataan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) mencatat sedikitnya 433 hektare lahan pertanian telah masuk kategori terancam terdampak kekeringan.

"Namun, berdasarkan pendataan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), sedikitnya 433 hektare lahan pertanian telah masuk kategori terancam terdampak kekeringan," ujarnya.

Selain memperkuat irigasi, pemerintahan daerah mendorong petani untuk melakukan penguatan dengan menggunakan varietas padi tahan kekeringan seperti inbrida padi sawah irigasi (Inpari) 42 dan 48.

Penguatan tersebut dilakukan dengan menerapkan teknik budidaya hemat air, menggeser waktu tanam, hingga melakukan diversifikasi komoditas untuk menekan risiko gagal panen.

"Pemerintah daerah juga menyiapkan cadangan pangan untuk kebutuhan darurat apabila bencana berdampak pada masyarakat," katanya.

DKPP KBB mencatat produksi padi pada semester pertama 2026 mencapai 144.977 ton gabah kering panen (GKP).

Pemerintah daerah menargetkan produksi padi sepanjang tahun ini sebesar 265.368,2 ton GKP melalui berbagai langkah mitigasi kekeringan yang telah disiapkan.


Editor : Doni Ramdhani