Tahun Ini, Kredit Melawan Rentenir Salurkan Rp64,85 Triliun kepada 2,3 Juta Penerima

Di Rakornas TPAKD 2026, kerja sama yang sangat baik antara pemerintah, OJK, BI, dan dan seluruh pemerintahan daerah meningkatkan manfaat dalam skala penyaluran.

Tahun Ini, Kredit Melawan Rentenir Salurkan Rp64,85 Triliun kepada 2,3 Juta Penerima
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, program TPAKD mendukung program Asta Cita Pemerintah serta sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam RPJMN 2025-2029 dan RPJPN 2025-2045. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Di Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026, kerja sama yang sangat baik antara pemerintah, Otoritas Jasa Keuanan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan seluruh pemerintahan daerah, kabupaten dan kota di Indonesia telah meningkatkan manfaat dalam skala penyaluran pembiayaan kepada debitur melalui beberapa program unggulan TPAKD.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, program TPAKD mendukung program Asta Cita Pemerintah serta sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam RPJMN 2025-2029 dan RPJPN 2025-2045, yakni memperluas akses keuangan masyarakat sebagai upaya mendorong pemerataan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Saat ini, TPAKD memiliki 552 tim percepatan akses keuangan daerah di seluruh provinsi, kabupaten, kota di Indonesia.

“Hasilnya sangat nyata bisa kita lihat di sini bahwa beberapa program unggulan kita, Bapak, yaitu adalah program kredit pembiayaan melawan rentenir telah menyalurkan Rp64,8 triliun kepada 2,3 juta debitur, kemudian kredit pembiayaan sektor prioritas Rp5,4 triliun kepada lebih dari 103.000 debitur,” kata Friderica saat Rakornas TPAKD, Kamis (22/10/2026).

Menurutnya, berbagai program TPAKD telah menunjukkan capaian konkret dalam memperluas akses keuangan masyarakat. Selain program pembiayaan melawan rentenir, pihaknya puun mendistribusikan kredit sektor prioritas sebesar Rp5,41 triliun kepada lebih dari 103 ribu debitur.

Selain itu, hingga 2026, OJK telah melaksanakan 135 program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di tingkat desa. Program ini mengintegrasikan literasi keuangan, digitalisasi transaksi, pencocokan usaha dengan sumber pembiayaan (business matching), pendampingan usaha, dan pemasaran produk unggulan perdesaan.

Pelaksanaan program EKI telah menghasilkan pembukaan lebih dari 174 ribu rekening tabungan, pembentukan 455 agen Laku Pandai, serta penyaluran kredit atau pembiayaan kepada lebih dari 18 ribu debitur. Program ini juga mendorong perluasan akses investasi, asuransi, jaminan sosial ketenagakerjaan, dan digitalisasi transaksi bagi pelaku UMKM. 

TPAKD juga didorong untuk bersinergi dengan program prioritas pemerintah. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan bagi petani, peternak, nelayan, UMKM, dan pelaku usaha lokal agar dapat berpartisipasi dalam rantai pasok, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan lapangan kerja di daerah.

Di bagian lain, sebagai wujud nyata perluasan akses pembiayaan produktif, selama periode Agustus hingga Oktober 2026 telah disalurkan kredit sebesar Rp53,15 triliun kepada 2.106.401 debitur.

Capaian tersebut mencerminkan kolaborasi sektor jasa keuangan dan TPAKD dalam membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat, memperkuat aktivitas usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.


Editor : Doni Ramdhani