Tak Hanya Kejar Pelaku, Pemkot Bandung Pastikan Korban Begal Mendapat Perawatan
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan, para korban tindak kriminalitas khususnya korban pembegalan tetap mendapatkan pendampingan kesehatan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan, para korban tindak kriminalitas khususnya korban pembegalan tetap mendapatkan pendampingan dan akses layanan kesehatan. Korban kejahatan harus menjadi perhatian pemerintah, terutama ketika membutuhkan penanganan medis setelah mengalami aksi kekerasan.
Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memiliki prinsip jika setiap warga yang menjadi korban tindak kejahatan tetap berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Karena itu, fasilitas kesehatan tidak boleh menolak pasien yang datang dalam kondisi membutuhkan pertolongan.
"Semua korban begal akan mendapatkan bantuan. Karena kita punya prinsip, untuk perawatan kesehatan tidak boleh ada fasilitas kesehatan yang menolak pasien," kata Farhan, Kamis (9/7/2026).
Sambung dia, penanganan kasus kriminalitas tidak hanya berhenti pada upaya menangkap pelaku. Pemerintah juga harus memastikan korban mendapatkan perlindungan, dan pemulihan setelah mengalami kejadian yang dapat menimbulkan dampak fisik maupun psikologis.
Pernyataan tersebut, disampaikan Farhan seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap aksi kriminalitas di Kota Bandung. Pemkot Bandung bersama jajaran terkait terus melakukan berbagai langkah menekan angka kejahatan, mulai dari patroli rutin hingga penguatan sistem keamanan berbasis masyarakat.
Pihaknya menyebut, salah satu upaya yang kembali digencarkan adalah sistem keamanan lingkungan atau Siskamling. Keamanan kota tidak dapat hanya bergantung kepada aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh masyarakat.
"Bagaimanapun juga, masyarakat harus turun menjaga kota kita dari serangan-serangan atau penyimpangan-penyimpangan kriminalitas tersebut. Kita tidak boleh terus-menerus hanya menggantungkan diri kepada aparat hukum," ucapnya.
Selain mengajak masyarakat aktif menjaga lingkungan, pihaknya juga memperkuat keberadaan satgas anti begal. Farhan menyebut, keberadaan satgas tersebut telah menunjukkan hasil dengan terungkapnya sejumlah kasus kriminalitas yang sebelumnya menjadi keresahan warga.
"Sudah efektif. Bahkan sekarang dengan terungkapnya banyak kejadian begal, itu menunjukkan bahwa kita memang sedang membongkar banyak hal," ujar dia.
Meski demikian, dia menilai kerja satgas tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Sistem keamanan harus dibangun secara bersama-sama dengan semangat warga menjaga warga dan warga menjaga kota.
Dalam upaya pencegahan, Pemkot Bandung juga memperhatikan sejumlah wilayah yang dinilai rawan, termasuk kawasan perbatasan. Farhan menyebut, beberapa titik telah masuk dalam pemetaan karena kerap menjadi lokasi yang dimanfaatkan pelaku melarikan diri.
"Kita sudah punya data beberapa titik-titik yang bermasalah. Perbatasan itu sering menjadi tempat para pelaku kabur. Nah, itu yang berusaha kita tutup bersama-sama," ungkapnya.
Dia menjelaskan, patroli satgas anti begal dilakukan dengan pembagian wilayah, yakni Bandung Barat, Bandung Timur, Bandung Tengah, Bandung Selatan dan Bandung Utara. Pengawasan tersebut, dilakukan memastikan titik-titik rawan mendapat perhatian lebih.
Pihaknya juga menyoroti peningkatan kriminalitas yang biasanya terjadi saat memasuki masa libur sekolah. Hal yang paling mengkhawatirkan, adalah keterlibatan pelaku yang masih berusia remaja.
"Kalau yang remaja itu rata-rata pada dasarnya semua kekerasan. Ada kekerasan karena tawuran, ada kekerasan berupa pembegalan dan ada pencurian dengan kekerasan," tutur dia.
Farhan menyebut, secara umum angka kriminalitas mengalami peningkatan sekitar 20 persen. Namun rincian khusus kasus pembegalan, pihaknya masih akan melakukan pendalaman melalui data dari Polrestabes Bandung.
"Untuk persentasenya saya belum tahu. Nanti saya cari tahu detailnya, kita tanya ke Polrestabes," ujarnya.
Farhan memastikan, upaya menjaga keamanan akan terus berjalan. Baik melalui penguatan patroli, keterlibatan masyarakat maupun pemberian perlindungan kepada korban. "Saya berharap, seluruh warga dapat merasakan rasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di Kota Bandung," tandas dia.***
Editor : JakaPermana

