INILAHKORAN, Bandung - Revitalisasi Taman lansia baru saja rampung seratus persen ketika masalah pertama langsung muncul vandalisme. Setelah taman yang diklaim lebih aman dan ramah lansia itu dibuka untuk publik pada 11 November 2025, sebagian penerangan mendadak padam.
Penyebabnya bukan kerusakan teknis, melainkan hilangnya
kabel lampu sepanjang 200 meter.
Pelaksana tugas Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi DPKP
kota bandung, Yuli Ekadianty mengaku heran sekaligus prihatin. “Kabel yang hilang membuat beberapa lampu tidak bisa menyala. Ini terjadi tak lama setelah taman dibuka,” kata Yuli Ekadianty, Jumat 28 November 2025.
Padahal menurut ia, perbaikan Taman Lansia tahun ini difokuskan pada peningkatan kenyamanan warga lanjut usia seperti jogging track yang sebelumnya retak diperbarui, dinding penahan diperkuat hingga pemasangan handrail atas permintaan komunitas lansia.
Menurut Yuli, pegangan di jalur pejalan kaki itu penting agar warga sepuh merasa lebih stabil ketika berolahraga. “Ini permintaan langsung dari ketua komunitas lansia. Handrail sangat dibutuhkan untuk membantu mereka berjalan lebih aman,” ucapnya.
Sambung ia, penerapan warna-warna cerah dan kontras pada beberapa jalur juga dilakukan agar lansia lebih mudah membedakan batas-batas area. “Warna cerah memudahkan mereka membedakan batas jalur. Ini penting karena beberapa lansia memiliki kesulitan melihat perbedaan warna,” ujar dia.
Namun upaya perbaikan itu belum sempat dinikmati sepenuhnya. Kasus pencurian kabel, membuat pihaknya kembali mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas publik yang telah susah payah diperbaiki.
“Taman hanya bisa dinikmati dengan optimal jika dijaga bersama. Kami berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan, tidak merusak fasilitas dan tidak mencopot instalasi seperti kabel,” tandasnya.***