Tandukan yang Membangunkan GBLA, Ramon Tanque Akhiri 11 Laga Sunyi
Ramon Tanque menjawab keraguan publik. Satu tandukan ke gawang Borneo FC memecah malam di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ramon Tanque menjawab keraguan publik. Satu tandukan ke gawang Borneo FC memecah malam di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Dalam momen singkat, statusnya berubah dari rekrutan baru menjadi sosok yang layak diperhitungkan di lini depan Persib.
Malam itu, Jumat (5/12/2025), GBLA sempat terdiam ketika Persib tertinggal 0–1. Ketegangan menggantung di udara sebelum satu momen mengubah segalanya.
Saat Ramon Tanque menyamakan kedudukan, keheningan itu pecah menjadi riuh. Stadion seolah mengakui, pemain yang datang tanpa banyak suara ini akhirnya menemukan cara paling tepat untuk memperkenalkan diri.
Persib menurunkan Ramon sejak menit pertama pada laga tunda Super League melawan Borneo FC. Keputusan itu menunjukkan kepercayaan pelatih Bojan Hodak terhadap kemampuan fisiknya sebagai target man. Dia masuk bukan hanya sebagai pengganti Andrew Jung, tetapi juga pusat tumpuan serangan.
Namun keraguan tetap mengikuti langkahnya. Ramon tiba dengan catatan sebelas laga tanpa gol. Publik pun mempertanyakan apakah dia benar-benar solusi atau hanya eksperimen.
Pada menit-menit awal dia mencoba menunjukkan ketajamannya, tetapi peluang demi peluang belum juga berbuah. Dua kesempatan terbuang hingga akhirnya menit ke-39 datang.
Ketika Beckham Putra mengirim umpan tarik dari sisi kanan, Ramon sudah membaca arahnya. Dia meloncat lebih tinggi dari dua bek Borneo FC dan menanduk bola dengan tegas.
Stadion GBLA langsung meledak. Gol itu tak sekadar penyama kedudukan, tapi meredam bisik-bisik skeptis yang mengiringi kedatangan Ramon. Setelahnya, Maung Bandung tampil lebih percaya diri.
Babak kedua, Persib akhirnya berbalik unggul 3-1 lewat tambahan gol Federico Barba dan Saddil Ramdani. Skor itu bertahan hingga akhir laga. Stadion GBLA kembali pecah dengan sorakan bobotoh.
Ramon Tanque bukan tipe penyerang flamboyan. Dia tidak membawa trik atau tarian khas Brasil. Dia datang dengan pengalaman dari lapangan-lapangan keras Amerika Selatan. Karakternya dibentuk dari duel udara, tatapan fokus, dan keputusan yang cepat.
Pada laga ini kualitasnya terlihat jelas. Meski tak bermain penuh, dia memenangi duel, menahan bola, membuka ruang, dan menjadi tembok hidup yang membuat rekan setimnya bermain lebih leluasa. Keheningan yang dulu mengiringi perkenalannya kini berubah menjadi seruan puluhan ribu suara.
Gol debut sering membawa keajaiban dan mampu mengubah persepsi dalam hitungan detik. Bagi Ramon Tanque, gol ini bukan hanya angka pertama dalam seragam Persib, tapi menjadi simbol kesiapannya menempuh perjalanan panjang di Bandung.
Teriakan “Ramon!” dari tribun menandai awal penerimaan itu. Di tengah dingin malam Bandung, dia merasakan hangatnya dukungan bobotoh yang setia namun tegas, penuh cinta namun selalu menuntut pembuktian.
Debut ini baru halaman pertama dari kisah Ramon bersama Maung Bandung. Namun halaman pertama sering menentukan arah cerita. Dengan satu tandukan dia menegaskan diri, bukan sekadar pelapis, tetapi pilihan yang layak di lini depan.
Masih banyak pertandingan menunggu. Masih banyak situasi yang akan menguji ketenangannya. Tetapi jika awalnya saja sudah mampu menggetarkan puluhan ribu bobotoh di GBLA, tak ada yang tahu seberapa jauh kisah Ramon Tanque akan berkembang.***
Editor : Gin gin T Ginulur


