INILAHKORAN,
Cimahi - Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota
Cimahi, Tita Mariam menekankan pentingnya vaksinasi bagi hewan ternak, khususnya untuk menjaga kesehatan hewan ternak dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Pernyataan tersebut diungkap menyusul banyaknya
peternak di Kota
Cimahi yang menolak hewan ternaknya untuk divaksinasi PMK.
Menurutnya, sama halnya dengan vaksinasi COVID-19, pemberian
vaksinasi PMK pun tidak hanya bisa dilakukan sekali saja, namun harus bertahap.
"Kita saja manusia perlu vaksinasi berkelanjutan, dan masih bisa terpapar. Namun setidaknya bisa mengurangi potensi buruk dari virus," katanya kepada wartawan.
Ia mengaku, saat ini memang masih ada
peternak yang enggan melakukan vaksinasi hewan ternaknya. Menurutnya, mereka beranggapan
vaksinasi PMK tidak ampuh.
Padahal, sambung dia, dengan adanya
vaksinasi PMK kedua, kekebalan hewan ternak terhadap PMK bakal lebih baik.
"Meski masih menunggu arahan pembagian vaksinasi kedua PMK,
peternak harus sadar pentingnya vaksinasi agar hewan terbebas dari PMK," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, para peternakan sapi di Kota
Cimahi mengeluhkan belum efektifnya vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) yang dilakukan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota
Cimahi.
Pasalnya, sejak vaksinasi pertama dilakukan, para
peternak mengaku tidak ada efek yang berarti yang menjamin sapi bisa terbebas dari PMK. Bahkan, sapi yang ada justru terkena wabah PMK.*** (agus satia negara).