Taniverse 2026, Pemkab Bandung Kucurkan Rp334 Miliar untuk Irigasi Pertanian

Pemkab Bandung mengalokasikan anggaran Rp334 miliar untuk pembangunan dan perbaikan irigasi untuk memperkuat swasembada pangan dan meningkatkan produktivitas.

Taniverse 2026, Pemkab Bandung Kucurkan Rp334 Miliar untuk Irigasi Pertanian
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat membuka Taniverse 2026, Selasa (20/10/2026). (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Pemkab Bandung mengalokasikan anggaran Rp334 miliar untuk pembangunan dan perbaikan daerah irigasi sebagai upaya memperkuat swasembada pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Anggaran tersebut telah disetujui dari total usulan Rp947 miliar. Dukungan infrastruktur itu menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Bandung dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah tantangan regenerasi petani dan ancaman alih fungsi lahan.

Komitmen itu ditegaskan Bupati Bandung Dadang Supriatna saat membuka Taniverse 2026, Selasa (20/10/2026).

Dadang mengatakan, petani memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, pemerintah harus memastikan kebutuhan dasar pertanian, termasuk sarana irigasi, dapat terpenuhi.

"Petani ini adalah pahlawan. Apa yang kita makan dan apa yang kita pakai sehari-hari semuanya ada peran dari para petani yang hebat. Pemerintah wajib hadir untuk mendorong kesejahteraan dan memastikan kebutuhan pertanian seperti sarana irigasi dapat terpenuhi," kata Dadang.

Selain memperkuat infrastruktur, Pemkab Bandung juga berupaya melindungi lahan produktif melalui penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan Lahan Baku Sawah (LBS) seluas 22.000 hektare.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan alih fungsi lahan yang berpotensi mengancam kapasitas produksi pangan daerah.

Tantangan lainnya adalah regenerasi petani. Dari sekitar 77.000 petani di Kabupaten Bandung, mayoritas di antaranya telah berusia lanjut.

Untuk menarik minat generasi muda, Pemkab Bandung terus mendorong penerapan teknologi pertanian modern, mulai dari penggunaan traktor hingga alat pemanen otomatis atau combine harvester.

Modernisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja, menekan ketergantungan pada tenaga kerja manual, sekaligus membuka peluang bagi generasi milenial untuk terjun ke sektor pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ina Dewi Kania mengatakan, sektor pertanian daerah terus menunjukkan perkembangan positif, salah satunya melalui produk kopi spesialti yang berhasil menjuarai kontes tingkat nasional selama dua tahun berturut-turut dan menembus pasar ekspor internasional.

Menurut Ina, berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah menjadi bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan berkelanjutan sekaligus menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Bandung.

"Program dan kegiatan yang diluncurkan untuk sektor pertanian dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan dan ketahanan pangan di Kabupaten Bandung, khususnya, sangat luar biasa," ujarnya.

Taniverse 2026 juga menjadi ruang untuk memperkenalkan pertanian kepada generasi muda. Perwakilan guru SDN Angkasa 05, Pipik Ropikoh, menilai kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap pola hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, dan pentingnya bercocok tanam sejak dini.

Dia berharap edukasi tersebut dapat diperluas mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat dukungan terhadap UMKM lokal.

"Dengan adanya kegiatan Taniverse ini, mudah-mudahan nanti mulai dari anak didik, dari TK kemudian SD, bisa ditingkatkan lagi kesadaran terkait dengan lingkungan hidupnya, serta saling mendukung UMKM yang ada di lingkungan Kabupaten Bandung," tutur Pipik.

Taniverse 2026 turut diisi dengan penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), santunan anak yatim piatu, serta penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara kelompok tani dan Badan Usaha Milik Petani (BUMP).

Kegiatan lainnya meliputi pameran produk pertanian dan hasil olahannya melalui market expo, penyerahan sertifikasi organik, serta layanan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan hewan gratis dalam rangka World Rabies Day.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Bandung berupaya mempertemukan petani, pelaku UMKM, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih kuat.

Dukungan infrastruktur, perlindungan lahan, modernisasi teknologi, dan regenerasi petani menjadi pekerjaan penting untuk memastikan swasembada pangan tidak berhenti sebagai target, tetapi benar-benar berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan petani.

Keberhasilan upaya tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan program, keberlanjutan dukungan anggaran, serta kemampuan pemerintah daerah menjaga lahan pertanian dan menarik generasi muda agar mau meneruskan sektor pertanian di Kabupaten Bandung.


Editor : Doni Ramdhani