SATRIA DPUTR Cirebon Satukan Data Jalan, Irigasi, dan Tata Ruang

DPUTR Kabupaten Cirebon mengembangkan SATRIA untuk mengintegrasikan data jalan, irigasi, dan tata ruang dalam satu peta guna mendukung perencanaan pembangunan.

SATRIA DPUTR Cirebon Satukan Data Jalan, Irigasi, dan Tata Ruang
Kepala DPUTR Kabupaten Cirebon, Sunanto memaparkan inovasi SATRIA untuk mengintegrasikan data infrastruktur dan tata ruang.

INILAHKORAN.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon mengembangkan sistem informasi geospasial bernama SATRIA untuk mengintegrasikan data jalan, irigasi, hingga tata ruang dalam satu platform berbasis peta.

SATRIA merupakan kependekan dari Satu Peta Infrastruktur dalam Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Wilayah. Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar DPUTR Kabupaten Cirebon, Selasa (27/10/2026).

Kepala DPUTR Kabupaten Cirebon Sunanto menjelaskan, pengembangan SATRIA dilakukan untuk menjawab kebutuhan data pembangunan yang terintegrasi. Selama ini, informasi mengenai infrastruktur dan tata ruang masih berasal dari berbagai sumber sehingga perlu dikonsolidasikan sebelum digunakan dalam perencanaan.

"Melalui sistem ini, data jaringan jalan, irigasi, pola ruang serta informasi pendukung lainnya akan dihimpun dalam satu basis data berbasis lokasi," ungkapnya.

Melalui konsep satu peta, kondisi infrastruktur di suatu wilayah dapat dianalisis bersamaan dengan peruntukan ruangnya. Data jalan, misalnya, dapat dikaitkan dengan kawasan permukiman maupun rencana pengembangan wilayah.

"Hal serupa berlaku pada jaringan irigasi yang dapat dipetakan bersama kawasan pertanian dan kebutuhan pengembangan infrastruktur di masing-masing wilayah," jelasnya.

Menurut Sunanto, integrasi tersebut diharapkan mempermudah DPUTR dan perangkat daerah terkait dalam mengidentifikasi kebutuhan, menyusun program, serta menentukan prioritas pembangunan.

SATRIA Dukung Perencanaan Pembangunan Berbasis Data

Sunanto menjelaskan, SATRIA juga diarahkan menjadi instrumen untuk menyelaraskan pembangunan fisik dengan kebijakan penataan ruang. Dengan demikian, perencanaan tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan infrastruktur, tetapi juga kesesuaian pemanfaatan ruang dan keterhubungan antarwilayah.

Pada tahap awal, DPUTR Kabupaten Cirebon memfokuskan pengembangan SATRIA pada konsolidasi data, penyusunan struktur informasi, serta pembuatan prototipe dasbor geospasial.

"Pada tahap awal, DPUTR Kabupaten Cirebon memfokuskan pengembangan SATRIA pada konsolidasi data, penyusunan struktur informasi serta pembuatan prototipe dasbor geospasial," jelasnya.

Tahap berikutnya mencakup standardisasi, validasi, hingga integrasi data secara bertahap. Langkah tersebut diperlukan agar informasi dari berbagai bidang memiliki format seragam dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan perencanaan pembangunan.

Namun, efektivitas SATRIA tidak hanya bergantung pada teknologi. Akurasi dan pembaruan data menjadi faktor penting agar informasi yang ditampilkan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.

"Karena itu, keterlibatan lintas bidang maupun perangkat daerah diperlukan, terutama dalam penyediaan, validasi dan pemutakhiran data secara berkelanjutan," ucapnya.

DPUTR Dorong Pemanfaatan SATRIA dalam Pengambilan Keputusan

Sosialisasi SATRIA sekaligus menjadi langkah awal untuk membangun kesamaan pemahaman mengenai mekanisme pengelolaan dan pemanfaatan data geospasial di lingkungan pemerintah daerah.

Sunanto menilai, integrasi data yang konsisten dapat membantu Pemkab Cirebon menentukan prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan setiap wilayah. Sistem tersebut juga diharapkan mencegah ketidaksesuaian antara pembangunan infrastruktur dan rencana tata ruang.

Pengembangan SATRIA menjadi bagian dari transformasi digital DPUTR Kabupaten Cirebon. Tantangan selanjutnya adalah memastikan sistem tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dasbor peta digital, tetapi juga dimanfaatkan sebagai rujukan dalam pengambilan keputusan pembangunan daerah.


Editor : Ahmad Sayuti