Dewan Minta Bupati Cirebon Rombak Total DPUTR

Mantan Anggota DPRD Kabupaten Cirebon yang juga saat ini menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Investor Cirebon (FKIC) Yoga setiawan, menyoroti kinerja DPUTR Kabupaten Cirebon. Yoga bahkan meminta manajemen DPUTR dirombak total alias di bedol desa.

Dewan Minta Bupati Cirebon Rombak Total DPUTR

INILAHKORAN, Cirebon - Mantan Anggota DPRD Kabupaten Cirebon yang juga saat ini menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Investor Cirebon (FKIC) Yoga setiawan, menyoroti kinerja DPUTR Kabupaten Cirebon. Yoga bahkan meminta manajemen DPUTR dirombak total alias di bedol desa.

Hal itu karena dia melihat, capaian kinerja DPUTR setiap tahunnya selalu merosot. Puncaknya, ditahun ini atau awal periode kepemimpinan Bupati Cirebon, Imron untuk yang kedua kalinya. Hal itu terlihat dari grafik capaian kinerja mulai tahun 2019 sampai tahun 2024, saat Imron menjabat diperiode pertama.

"Tahun ini adalah puncak kemunduran PUPR. Maka saya minta bupati segera membenahi  internal PUPR. Selama saya menjadi dewan, saya melihat ada semacam dinasti di internal PUPR. Saya mengatakan seperti ini karna kerap kali intruksi bupati tidak di jalankan Ini harus segera dibenahi karena bisa berbahaya, " ungkap Yoga, Rabu 13 Agustus 2025.

Hal itu akunya, terbukti ditahun ini. Dia mencontohkan, dibidang peningkatan jalan saja hanya mampu melelang sekitar 40 paket pekerjaan anggaran murni dan itupun banyak yang batal tender. Sementara anggaran perubahan sudah diketok palu. Artinya, anggaran murni dan anggaran perubahan saat ini prosesnya berjalan secara bersamaan.

"Ini mau bagaimana, wong anggaran murni saja baru terserap kurang dari 50 persen. Sementara anggaran rubahan sudah ketok palu, tapi belum juga digelar. Ini akan menjadi masalah saat penagihan di BKAD. Terbukti kan ada yang tidak beres di internal PUPR, " aku Yoga.

Dia menilai, meskipun capaian kinerja secara real bisa dilihat diakhir tahun, namun masyarakat bisa membandingkan ditahun sebelumnya. Buktinya dibulan agustus ini, kalau dibandingkan dengan bulan agustus tahun lalu, penyerapan anggaran dianggap jomplang. Lalu, bagaimana bisa menyerap anggaran pada sisa bulan berikutnya sampai akhir tahun ini.

"Satu satunya cara, Bupati segera bertindak cepat untuk mengganti orang-orang yang tidak berkompeten di PUPR. Mantan Kadis Iwan Rizki juga harus diminta pertanggung jawabannya, karena dia cukup lama menjadi kadis PUPR, " ungkapnya.

Saat ini papar Yoga, komando ada ditangan Tomi selaku plt kadis. Dia juga harus bertanggung jawab atas kinerja putr saat ini, karena dia termasuk orang lama di PUTR dan mengetahui internal PUTR. Ditengarai, diapun kerap mengatur hal kebijakan teknis. Alhasil, sekarang semua mata tertuju pada Tomi.

"kemarin jadi sekdis saja bisa ngatur apa lagi sekarang jadi Plt kadis," ucap Yoga.

Yoga khawatir, kalau pejabat di PUPR tidak dievaluasi maka akan berdampak buruk kepada infrastruktur, termasuk jalan jembatan, sanitasi, tata ruang serta bangunan gedung. Masalahnya, semua bidang bersentuhan langsung dan imbasnya dirasakan betul oleh masyarakat Kabupaten Cirebon. Terlebih tahun depan, ada penambahan anggaran jalan yang cukup signifikan.

"Kalau pejabat tekhnisnya itu itu saja, kan sudah bisa terlihat kualitas mereka seperti apa. Jadi untuk apa dipertahankan. PUPR itu perlu orang yang berkomitmen membuat infrastruktur lebih baik lagi dan bukan hanya mencari keuntungan golongan semata, " tukas Yoga. (maman suharman) 


Editor : Ahmad Sayuti