Tindaklanjuti Air yang Menggenang di Basement Alun-alun Cililin, DPUTR KBB Bakal Tambah 2 Mesin Pompa 

DPUTR Bandung Barat bakal menambah 2 unit mesin pompa untuk menyelesaikan permasalah air yang menggenang basement di Alun-alun Cililin.

Tindaklanjuti Air yang Menggenang di Basement Alun-alun Cililin, DPUTR KBB Bakal Tambah 2 Mesin Pompa 
Kepala Dinas PUTR KBB, Mochamad Ridwan

INILAHKORAN, Ngamprah - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Bandung Barat bakal menambah 2 unit mesin pompa untuk menyelesaikan permasalah air yang menggenang basement di Alun-alun Cililin.

Penambahan itu dilakukan mengingat hanya ada 1 mesin pompa air di Alun-alun Cililin dan itupun tidak berfungsi secara optimal.

"Eksisting pompa yang ada di basement hanya ada satu,  tidak bisa optimal menyedot air hujan yang menggenangi lantai basement," kata Kepala Dinas PUTR KBB, Mochamad Ridwan kepada wartawan.

"Kita akan tambah dua mesin pompa supaya penyedotan airnya bisa maksimal," sambungnya.

Ridwan menjelaskan, dua mesin pompa tersebut merupakan Contract Change Order (CCO) atau permintaan perubahan kontrak dari kontraktor yang mengerjakan Alun-alun Cililin tahap 2.

"Sebetulnya pengerjaan basement, toilet, kanopi, dan bangunan di atas alun-alun itu merupakan pengerjaan tahap pertama dikerjakan oleh perusahaan lain. Namun masa pemeliharaannya sudah lewat," jelasnya.

Sementara itu, sambung Ridwan, untuk pengerjaan tahap dua dikerjakan perusahaan lain yang mengerjakan payung Madinah, penanaman pohon kurma dan lainnya.

"Kami berkoordinasi dengan pengusaha (tahap 2) ini, kebetulan pohon kurma yang ditanamnya mati, lalu diusulkan untuk CCO atau diganti dengan mesin pompa," paparnya.

"Sedangkan untuk pohon kurmanya sendiri diganti dengan pohon jenis lain," sambungnya.

Menurutnya, pihak pengusaha yang mengerjakan tahap 2 ini pun setuju, meski harga mesin pompa lebih mahal dibanding pohon kurma dan bukan bagian dari tanggung jawab pemeliharaannya.

Ridwan mengakui, air yang menggenangi lantai basement tersebut berasal dari rembesan dinding. 

"Semua air masuk ke bak penampungan, namun karena ukurannya kecil sehingga meluap," tuturnya.

Ridwan menyebut, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kembali di bagian dinding mana saja yang merembes.

"Nantinya, di setiap dinding merembes tersebut akan kita pasang semacam tali air untuk menyalurkan ke bak penampungan. Sekaligus pula kami  akan memperbesar ukuran baknya," sebutnya.

Pada dasarnya, sambung Ridwan, setiap basement dihadapkan pada persoalan dinding yang merembes. Meski begitu tingkat rembesannya berbeda-beda.

"Mudah-mudahan secepatnya akan ditangani sehingga basement Alun-alun Cililin dapat difungsikan sesuai yang direncanakan," tandasnya.

Sebelumnya, seakan tak pernah habis, Alun-alun Cililin kembali menjadi sorotan sejumlah pihak lantaran bagian kontruksi bangunan alun-alun yang mengusung konsep Little Madina itu diduga bermasalah.

Pasalnya, saat musim hujan terjadi air terlihat mengalir deras dari sela-sela dinding hingga membanjiri lantai basement.

Berdasarkan keterangan warga, air yang merembes di sela-sela dinding basement tidak hanya satu titik. Bahkan, di beberapa titik dinding terjadi rembesan air hingga jatuh dan membentuk saluran air.

"Kalau hujannya deras, air yang keluar dari sela-sela dinding makin banyak. Hingga meluber ke lantai basement," kata Dadang Kusnadi (53) warga Kampung Kaum, Desa/Kecamatan Cililin kepada wartawan.

Bahkan, air mengalir cukup deras dari dalam basement Alun-alun Cililin meski kondisi cuaca sedang tidak hujan. Hingga kini basement masih belum dibuka. Gerbang besinya masih dikunci gembok.

"Basement inikan hasil penggalian cukup dalam. Bisa jadi pori-pori air ikut tergali sehingga ketika hujan turun airnya tetap mengalir ke pori-pori yang belum terganggu, namun terhenti di bangunan basement," jelasnya.

"Yang namanya air terus menggerus dinding basement yang memang tadinya jalan air," sambungnya.

Dadang menilai, apabila konstruksi dinding atau basementnya kokoh air tentunya tidak akan merembes. Namun karena bermasalah sehingga dapat ditembus air.

"Padahal, rencananya basement tidak hanya dijadikan sebagai tempat parkir kendaraan tapi juga menampung pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di sekitar Alun-alun Cililin," ujarnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti