Tasik Great Sale 2026 Bukan Sekadar Tawarkan Diskon, Bidik Perputaran Ekonomi Lokal

Tasik Great Sale 2026 Bukan Sekadar Tawarkan Diskon, Bidik Perputaran Ekonomi Lokal
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra bersama unaur Forkopimda saat meresmikan Tasik Great Sale 2026. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Upaya mendorong perputaran ekonomi daerah sekaligus memperluas promosi pelaku usaha di Kota Tasikmalaya diwujudkan melalui gelaran Tasik Great Sale 2026.

Program Tasik Great Sale 2026 tersebut resmi diawali pada Rabu (7/10/2026), di Gedung Pusat Pengembangan Industri Kerajinan Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan peluncuran buku profil perusahaan ekspor Kota Tasikmalaya.

Tasik Great Sale 2026 berlangsung sejak 4 hingga 24 Oktober 2026. Program ini melibatkan ratusan merchant dari berbagai sektor usaha, mulai dari pusat perbelanjaan, supermarket, minimarket, kafe, restoran, hotel hingga penyedia jasa seperti laundry.

Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mengatakan, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi OJK, Forum Koordinasi Industri Jasa Keuangan (Forkim Jasa Keuangan), Pemerintah Kota Tasikmalaya, serta sejumlah asosiasi dan pelaku usaha.

"Ini merupakan kolaborasi antara ojk Terus kemudian kami ada forkim jasa keuangan juga di mana di dalamnya ada teman-teman kami dari seluruh industri jasa keuangan. Kemudian dari pemerintah kota Tasikmalaya kemudian juga ada beberapa juga asosiasi yang lain di dalamnya ada pengusaha, UMKM," ujar Nofa.

Menurut Nofa, Tasik Great Sale 2026 tidak hanya diarahkan untuk mendorong transaksi produk konsumsi. Sektor jasa dan pariwisata juga diharapkan ikut mendapatkan dampak dari program tersebut.

"Tasik Great Sale ini kita harapkan memang tidak hanya mencakup untuk Mereka yang jualan produk kayak misalnya consumer good gitu ya, jadi kita harapkan bahwa bukan hanya perdagangan, tetapi juga jasa di dalamnya juga," kata Nofa.

Nofa menyebut jumlah merchant yang terlibat saat ini sudah mencapai ratusan dan masih terbuka peluang untuk terus bertambah. Promo yang ditawarkan juga tidak dibuat seragam. Setiap merchant diberikan keleluasaan menentukan bentuk promosi sesuai karakteristik usaha dan kemampuan masing-masing.

"kami tidak membatasi untuk promonya. itu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing usaha merchant dan juga kemampuannya," jelasnya.

Momentum Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya turut menjadi bagian dari konsep promosi. Angka 25 digunakan dalam berbagai bentuk penawaran, seperti diskon 25 persen, promo hingga 25 persen, 25 pengunjung pertama hingga flash sale 25.

Nofa mengatakan durasi program yang berlangsung hampir satu bulan diharapkan membuat dampak transaksi tidak berhenti pada satu momentum.

"Jadi sebenarnya acara ini sudah mulai tanggal 4 sampai nanti 24 Oktober 2026. Kita memang durasinya hampir 1 bulan supaya transaksinya terakumulasinya bisa, dan masyarakat juga tahu. Jadi, kalau kita lihat kalau misalnya Tasik Great Sale yang waktunya pendek itu hanya akan menjadi 1 momen saja, tapi kita berharap bahwa ini menjadi long lasting begitu dan untuk merchant pun sampai dengan saat ini masih terus bertambah," kata Nofa.

Selain mendorong transaksi, program tersebut juga diarahkan untuk membangun citra Kota Tasikmalaya melalui konsep city branding.

"Tujuannya banyak, yang pertama itu ada city branding, Tasikmalaya belum pernah loh punya city branding," ujar Nofa.

Nofa menambahkan, promosi bersama diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar para pelaku usaha. Tidak hanya masyarakat Kota Tasikmalaya, tetapi juga konsumen dari wilayah aglomerasi hingga luar Jawa Barat.

"Kemudian yang ke-2 adalah meningkatkan transaksi. ke-3 itu karena kita melakukan promo bersama, kita berusaha untuk memperluas eksposur-eksposurnya. Teman-teman merchant ini supaya tidak hanya kota Tasikmalaya tapi juga bisa dinikmati aglomerasi dan bukan Jawa Barat," ujar Nofa.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra menyoroti pentingnya promosi agar program yang telah dibuat pemerintah dan berbagai pihak dapat diketahui masyarakat secara luas.

Menurutnya, promosi tidak selalu harus mengandalkan anggaran pemerintah. Kesadaran bersama dan kolaborasi dinilai menjadi kunci agar program ekonomi daerah benar-benar memberikan dampak.

"Tadi saya sedikit menyampaikan pandangan pribadi harusnya ini dibantu promo-promo dari kita. Promo itu tidak harus berbasis anggaran ko, kalau kita mau atau kita ini harus dipromokan bagaimana konsep program cukup baik ini kalau tidak dipromokan ya susah," ujar Diky.

Dia mencontohkan promosi dapat dilakukan melalui keterlibatan media maupun gerakan bersama aparatur pemerintah dan masyarakat. "Inilah fungsi media, sampai sejauh mana media dilibatkan," kata Diky.

Diky juga menekankan agar kegiatan yang digelar pemerintah tidak berhenti pada seremoni atau peluncuran program semata. Menurutnya, setiap kegiatan harus memiliki tindak lanjut yang jelas.

"Jadi semuanya bisa dilakukan kalau kita punya niat, kemauan, supaya tidak ada lagi atau terminimalisir acara acara yang sifatnya hanya sekadar ngagugurkeun tugas, aya acara launching ini launching itu, bari tidak ada action ke depannya mau seperti apa," ujar Diky.

Tasik Great Sale 2026 diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk menggerakkan ekonomi lokal, mendorong UMKM naik kelas, memperluas inklusi keuangan, memperkuat city branding, sekaligus membangun kolaborasi antarpelaku ekonomi di Kota Tasikmalaya.


Editor : Doni Ramdhani