Ekonomi Jabar Tumbuh 5,89 Persen, Lampaui Nasional dan Tertinggi di Pulau Jawa

Perekonomian Jabar mencatatkan pertumbuhan impresif pada Triwulan III 2026 sebesar 5,89 persen yoy, melampaui capaian nasional yang berada di angka 5,47 persen.

Ekonomi Jabar Tumbuh 5,89 Persen, Lampaui Nasional dan Tertinggi di Pulau Jawa
Kepala BPS Jabar Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, secara tahunan pertumbuhan ekonomi Jabar mengalami akselerasi dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar 5,19 persen. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Perekonomian Jabar mencatatkan pertumbuhan impresif pada Triwulan III 2026. Dengan laju pertumbuhan mencapai 5,89 persen secara tahunan (yoy), ekonomi Jabar berhasil melampaui capaian nasional yang berada di angka 5,47 persen.

Bahkan, berdasarkan perbandingan antarprovinsi di Pulau Jawa, pertumbuhan ekonomi Jabar menjadi yang tertinggi. Capaian tersebut memperlihatkan penguatan aktivitas ekonomi di tengah dinamika perekonomian nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar mencatat, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jabar atas dasar harga berlaku (ADHB) pada Triwulan III 2026 mencapai Rp844,54 triliun. Sementara itu, berdasarkan harga konstan (ADHK), nilainya sebesar Rp489,11 triliun.

Kepala BPS Jabar Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, secara tahunan pertumbuhan ekonomi Jabar mengalami akselerasi dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar 5,19 persen.

"Sedangkan secara tahunan, ekonomi Jabar tumbuh kuat sebesar 5,89 persen, mengalami akselerasi dibandingkan Triwulan III 2025 yang berada di angka 5,19 persen. Angka ini juga melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,47 persen," kata Ari dalam pemaparan Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Jabar, Kamis (5/11/2026).

Meski demikian, secara kuartalan, ekonomi Jabar hanya tumbuh 0,62 persen dibandingkan Triwulan II 2026. Menurut Ari, perlambatan tersebut masih sejalan dengan pola musiman karena kinerja ekonomi pada triwulan ketiga secara historis cenderung lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya.

Sementara secara kumulatif hingga Triwulan III 2026, pertumbuhan ekonomi Jabar mencapai 5,81 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,14 persen.

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan masih menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Barat. Sektor ini memiliki kontribusi sebesar 40,67 persen terhadap struktur ekonomi daerah dengan pertumbuhan 4,98 persen.

Besarnya dominasi industri pengolahan juga tercermin dari sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi Jabar yang mencapai 2,09 persen. Selain itu, sektor transportasi dan pergudangan serta konstruksi turut mencatatkan pertumbuhan signifikan masing-masing sebesar 13,61 persen dan 9,10 persen.

Adapun dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama dengan kontribusi mencapai 63,80 persen terhadap PDRB. Komponen tersebut tumbuh 5,93 persen dan menyumbangkan 3,50 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Jabar.

Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 8,85 persen serta memberikan sumber pertumbuhan sebesar 2,10 persen. Sementara itu, konsumsi pemerintah mencatatkan pertumbuhan paling tinggi, yakni mencapai 28,34 persen.

Ari menambahkan, posisi Jabar dalam peta pertumbuhan ekonomi nasional semakin menguat. Selain mencatatkan pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa, provinsi ini juga memberikan kontribusi sebesar 12,71 persen terhadap total perekonomian nasional.

"Secara spasial di Pulau Jawa, Jabar mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 5,89 persen yoy dengan kontribusi sebesar 12,71 persen terhadap perekonomian nasional," ucapnya.


Editor : Doni Ramdhani