Polrestabes Bandung Ringkus Marketing Pabrik Obat Ilegal, 487 Ribu Butir Obat Disita
Polrestabes Bandung terus mengembangkan pengungkapan kasus pabrik dan gudang obat keras ilegal. Pria berinisial A yang berperan sebagai marketing dicokok.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Polrestabes Bandung terus mengembangkan pengungkapan kasus pabrik dan gudang obat keras ilegal. Terbaru, Satres Narkoba berhasil mencokok seorang pria berinisial A (40) yang berperan sebagai tenaga pemasaran (marketing) jaringan tersebut.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi menyampaikan, tersangka A ditangkap di Yogyakarta. Penangkapan itu merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan gudang obat ilegal beberapa pekan lalu yang menjerat lima orang tersangka.
"Siang hari ini Polrestabes Bandung, khususnya Satres Narkoba, merilis hasil pengembangan dari pengungkapan gudang ataupun pabrik obat-obat tertentu beberapa minggu lalu. Kami berhasil melakukan upaya paksa terhadap satu orang," ujar Dedi di Mapolrestabes Bandung, Kamis (5/11/2026).
Dedi menjelaskan, tersangka A memiliki peran vital dalam mendistribusikan barang haram hasil produksi jaringan ini ke luar daerah.
"Perannya yang bersangkutan ini masuk ke dalam jaringan lima tersangka yang di gudang itu. Ini adalah marketing-nya. Yang bersangkutan ditangkap di Jogja saat ada upaya sedang memasarkan produk-produk ini ke sana," tuturnya.
Meski dibekuk di Yogyakarta, tersangka A menyembunyikan ratusan ribu butir barang bukti di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat. Petugas yang melakukan penggeledahan di TKP Subang menyita sedikitnya 487.500 butir obat ilegal.
"Barang buktinya ternyata disembunyikan di Subang, jadi TKP-nya di Subang. Kurang lebih ada 487.500 butir yang disita," kata Dedi.
Akumulasi dari pengungkapan awal dan pengembangan ini membuat total barang bukti yang diamankan Polrestabes Bandung kini menembus lebih dari 1 juta butir obat ilegal.
Dedi menegaskan pihak kepolisian tidak akan berhenti pada enam tersangka ini. Tim penyidik masih disebar di lapangan untuk mengejar pihak-pihak lain yang terlibat.
"Polrestabes Bandung berkomitmen menuntaskan kasus ini sampai ke akar-akarnya. Kita akan ungkap semua pelaku sesuai perannya masing-masing, baik bagian keuangan, produksi, sampai ke pemilik modal. Nama-namanya sudah kita kantongi dan tim sedang bekerja di lapangan," tegasnya.
Editor : Doni Ramdhani

