Tegas, Bupati Dadang Supriatna Minta Tak Ada Korban Gempa Kertasari yang Kesulitan Bantuan
Bupati Bandung Dadang Supriatna menginstruksikan semua bawahannya untuk memastikan kebutuhan para pengungsi gempa di Kecamatan Kertasari terpenuhi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Soreang- Bupati Bandung Dadang Supriatna menginstruksikan semua bawahannya untuk memastikan kebutuhan para pengungsi gempa di Kecamatan Kertasari terpenuhi. Terutama untuk kebutuhan makanan, air minum, obat-obatan, selimut, hingga kebutuhan bayi dan perempuan.
Dadang Supriatna menegaskan tidak ingin mendengar ada warga yang tidak kebagian makanan. Oleh karena itu, ia sengaja menginap bersama para pengungsi Kertasari untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi.
"Saya sudah instruksikan kepada seluruh jajaran untuk memastikan tidak ada pengungsi yang kekurangan makanan, air minum, obat-obatan, selimut, hingga kebutuhan bayi dan perempuan. Apalagi kita sudah luncurkan anggaran tanggap darurat," kata Dadang Supriatna saat meninjau lokasi terdampak di Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kamis 19 September 2024.
Setelah pada hari pertama fokus pada proses evakuasi dan penyelamatan masyarakat terdampak gempa, Pemerintah Kabupaten Bandung bergerak cepat menyiapkan dapur umum di setiap desa. Hal ini dilakukan untuk menjamin pendistribusian bantuan lebih merata dan tidak ada yang terlewat atau tidak tersentuh bantuan. Bahkan ia turun langsung untuk menyaksikan proses penyiapan makanan untuk para pengungsi.
Dadang sempat menyapa dan memberikan arahan kepada tim dapur umum yang tengah menyiapkan makanan untuk para pengungsi. Ia juga mengaku gembira karena memperoleh bantuan mobil dapur umum dari institusi TNI AD.
"Dapur umum ini akan membantu mempermudah pendistribusian bantuan makanan kepada para pengungsi. Saya sudah membagi tim dan disebar ke tiap desa. Jangan sampai ada warga yang tidak makan dan kebutuhan lainnya harus terpenuhi," ujarnya.
Sejak Rabu (18/9/2024) sore, lanjut Dadang pihaknya mengambil langkah-langkah taktis guna mengantisipasi adanya warga yang tidak memperoleh bantuan terutama makanan. Terlebih, ketika itu dapur umum belum disiapkan.
"Alhamdulillah, bantuan makanan untuk para korban gempa di Kertasari dari kemarin tercukupi. Kami kemarin beli nasi di seluruh tempat makan yang ada karana urusan perut ini tidak bisa ditunda-tunda besok. Kami bagikan langsung ke para pengungsi,"ujarnya.
Selain itu, Dadang juga meminta kepada seluruh jajarannya untuk melakukan assesment atau pendataan terhadap rumah warga dan bangunan lainnya yang terdampak gempa secara akurat. Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga pukul 13.00 WIB, jumlah rumah dan bangunan yang rusak di enam desa Kecamatan Kertasari mencapai 5.413 unit dengan kategori rusak berat, sedang dan rusak ringan.
Dadang menyebutkan, pihaknya akan menerjunkan tim khusus yang terdiri dari tim Dinas PUPR, Disperkimtan, dan BNPB untuk melakukan verifikasi lapangan. "Nanti data sementara rumah rusak terdampak gempa ini akan dicek secara fisik ke lapangan untuk menentukan apakah masuk kategori rusak berat, rusak sedang atau hanya rusak ringan," ujarnya.
Dadang berharap, para pengungsi khususnya warga yang rumahnya mengalami rusak berat dapat bersabar menunggu proses assesment. Ia memastikan bagi rumah yang rusak berat, sedang dan rusak ringan akan kembali dibangun oleh Pemkab Bandung dan BNPB.
"Saat ini yang penting kami utamakan agar kebutuhan pengungsi dapat terpenuhi. Jika assesment sudah beres, rumah warga dan bangunan yang rusak akan kami langsung eksekusi. Mohon bersabar," katanya.***
Editor : Bsafaat

