Tekan Kasus Stunting , Pemkot Tangsel Gencar Perkuat Layanan Ibu dan Anak
Pemkot Tangsel memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak untuk mencegah stunting
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak. Langkah strategis ini diambil guna menekan dan mencegah potensi kasus stunting sejak sebelum anak lahir.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya kini tengah mengintensifkan edukasi yang menyasar calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga keluarga yang memiliki anak di bawah lima tahun (balita).
"Kami menekankan mengenai pentingnya gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala. Upaya tersebut menjadi bagian dari intervensi promotif dan preventif agar potensi stunting dapat dicegah sejak dini," kata Benyamin di Tangerang seperti dikutip dari Antara, Kamis (16/7/2026).
Pendekatan ini dilakukan untuk membangun generasi masa depan yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting. Pemkot Tangsel berkomitmen memastikan setiap calon ibu hingga balita mendapatkan layanan kesehatan serta pemenuhan gizi yang optimal.
Sejalan dengan hal itu, Dinas kesehatan (Dinkes) Tangsel juga mengoptimalkan intervensi yang berfokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Langkah konkretnya meliputi pemeriksaan rutin kesehatan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita di posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi yang membutuhkan, edukasi gizi, hingga pendampingan Keluarga Risiko stunting (KRS) melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Benyamin menambahkan, upaya percepatan penurunan stunting ini tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Gerakan ini melibatkan tenaga kesehatan, kader posyandu, TP PKK, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
"Sinergi tersebut bertujuan memastikan intervensi yang diberikan tepat sasaran dan mampu menjangkau masyarakat secara menyeluruh," ujarnya.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada penyediaan layanan kesehatan dari pemerintah. Kesadaran masyarakat secara mandiri untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta memenuhi kebutuhan gizi keluarga tetap menjadi faktor kunci.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia dan bersama-sama menjaga kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi lahirnya generasi unggul," pungkas Benyamin.
Editor : Ahmad Sayuti

