Telkom University Dorong UMKM Kuasai Media Digital agar Berdaya Saing
Telkom University (Tel-U) mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menguasai media dan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing di era globalisasi ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Telkom University (Tel-U) mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menguasai media dan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing di era globalisasi ekonomi.
Hal itu dilatarbelakangi adanya Focus Group Discussion (FGD) Pentahlix yang digelar dosen Tel-U, sebagai persiapan dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0, digitalisasi menjadi elemen kunci untuk meningkatkan daya saing UMKM.
Sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Pemerintah Indonesia menargetkan peningkatan jumlah pelaku industri kreatif yang difasilitasi teknologi informasi dan komunikasi dari 8.300 pada 2019 menjadi 43.000 pada 2023.
Target ambisius ini membutuhkan dukungan kompetensi digital yang kuat dari setiap pelaku industri kreatif, termasuk UMKM.
Untuk menjawab tantangan tersebut, dosen-dosen Telkom University sukses menggelar kegiatan Pelatihan Komunikasi Digital Bisnis bagi UMKM Kabupaten Bandung pada tanggal 11, 16, 17, dan 18 Desember 2024.
FGD Pentahelix merupakan acara puncak dari pelatihan tersebut yang bertujuan merumuskan strategi bersama antara akademisi, instansi pemerintah, pelaku UMKM, media, dan praktisi dalam mendukung pengembangan UMKM agar mampu beradaptasi dengan media digital.
Berdasarkan hasil diskusi, terdapat empat pilar kompetensi untuk UMKM yang unggul, yaitu kompetensi diri (membangun karakter unggul yang siap menghadapi tantangan global), kompetensi manajemen (pengelolaan bisnis yang kuat untuk bersaing di pasar global).
Kompetensi media digital (adaptasi terhadap tantangan revolusi industri 4.0), dan kompetensi komunikasi pemasaran digital (strategi menciptakan nilai tambah produk UMKM).
Aam Amzad, perwakilan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar mengatakan, Pemprov Jabar sangat menyambut hangat inisiatif ini dan menekankan pentingnya mendorong kemajuan UMKM di Jawa Barat.
"Perlu keterlibatan sekolah agar lebih memahami ranah bisnis," kata Aam.
Diskusi juga membahas kontribusi media, perbankan, dan industri dalam mendukung literasi digital dan finansial UMKM. Perwakilan dari media menyoroti pentingnya peran digitalisasi dalam memberikan dampak luas pada berbagai bidang, termasuk UMKM.
Akademisi dan praktisi menekankan pentingnya klasterisasi untuk memetakan kebutuhan spesifik UMKM, sehingga pelatihan dan pendampingan dapat dilakukan secara efektif.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah UMKM berdaya saing digital, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan mendorong inovasi produk serta strategi pemasaran.
Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini mencakup pengembangan program berkelanjutan, peningkatan literasi digital, dan pelibatan semua pihak dalam mendukung keberlanjutan UMKM.
Editor : Ahmad Sayuti

