Terdampak Longsor, Distribusi Logistik Pilkada Serentak 2024 ke Desa Cicadas Rongga Dikhawatirkan Terganggu

Kondisi cuaca ekstrem yang menerjang sejumlah wilayah di KBB memicu sejumlah bencana alam, seperti pohon tumbang, banjir hingga, tanah longsor. Potensi bencana itu dikhawatirkan berbagai pihak, termasuk penyelenggara Pilkada Serentak 2024 di KBB.

Terdampak Longsor, Distribusi Logistik Pilkada Serentak 2024 ke Desa Cicadas Rongga Dikhawatirkan Terganggu
Terbaru, akibat bencana tanah longsor akses utama menuju Kampung Cipiring, RW 12, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terputus. (istimewa)

INILAHKORAN, Ngamprah - Kondisi cuaca ekstrem yang menerjang sejumlah wilayah di KBB memicu sejumlah bencana alam, seperti pohon tumbang, banjir hingga, tanah longsor. Potensi bencana itu dikhawatirkan berbagai pihak, termasuk penyelenggara Pilkada Serentak 2024 di KBB.

Terbaru, akibat bencana tanah longsor akses utama menuju Kampung Cipiring, RW 12, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terputus.

Akibatnya, proses pendistribusian logisitik Pilkada Serentak 2024 ke wilayah pelosok tersebut terancam sulit dilakukan.

Tak hanya akses utama warga Kampung Cipiring, jalan setapak yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua itu merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Rongga, Bandung Barat dengan Desa Margaluyu, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.

"Kalau longsornya itu kejadiannya pas hari Selasa 5 November 2024 malam saat hujan deras, ada tebing longsor yang menggerus jalan utama warga. Panjang longsornya 40 meter," ujar Kepala Desa Cicadas Darman saat konfirmasi, Kamis 7 November 2024.

Darman menyebut, hingga saat ini akses jalan utama bagi Kampung Cipiring yang terhubung langsung dengan Kabupaten Cianjur itu belum bisa dilewati secara normal. Sebab, jalan setapak itu terputus akibat longsor.

"Untuk sementara warga membuat jalur sementara agar jalan bisa dilewati lagi," sebutnya.

Rencananya, sambung Darman, pihaknya bersama warga bakal berupaya untuk membuat akses baru menuju kampung tersebut.

"Motor udah bisa lewat sekarang meskipun memang cukup sulit jalurnya karena harus lewat tanah yang licin dan tebal," ujarnya.

"Rencananya Sabtu dan Minggu besok akan ada gerakan untuk mengeruk," sambungnya.

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Rongga Ali Surahman mengaku khawatir akibat longsor yang menimbun jalan utama menuju Kampung Cipiring akan mengganggu proses distribusi logistik Pilkada 2024. 

Ali menyebut, ada 1 TPS dengan jumlah pemilih 600 orang di wilayah tersebut.

"Betul itu hanya satu-satunya jalur pendistribusian karena tidak ada lagi jalan lagi karena memang melintasi pegunungan. Kami saat ini sedang berkoordinasi dengan pemerintah desa," kata Ali.

"Sekarang sedang ditata untuk jalur evakuasi jalan baru. Walaupun hanya sebatas lewat saja tapi diupayakan tidak menghambat pendistribusian logistik ke wilayah itu," sambungnya.

Dijelaskan Ali, untuk jalur pendistribusian logistik Pilkada ke Kampung Cipiring cukup sulit dengan jarak tempuh sekitar 12 kilometer dari Kantor Desa Cicadas. 

Pada Pemilu 2024 lalu, pihaknya menggunakan motor khusus untuk mengangkut logistik ke wilayah tersebut.

"Jadi dari desa Cicadas ke wilayah itu sepanjang 12 km. Memang kalaupun dipaksakan menggunakan mobil hanya bisa sekitar 3 Kilometer nah dari situ sudah jalan setapak," terangnya.

"Saat pemilu itu kita masih menggunakan motor modifikasi disebutnya motor keyeup (kepiting). Itu pun karena memang drivernya sudah piawai karena medannya cukup sulit," jelasnya.

Dengan kondisi jalan yang diterjang bencana longsor ini, maka akses menuju TPS di Kampung Cipiring akan semakin sulit ditempuh. 

"Jadi mungkin untuk teknik pendistribusian kami upayakan walaupun sampai dengan istilahnya digendong menggunakan sarung. Jadi petugas mau tidak mau harus menggendong logistik untuk jalan ke situ," pungkas Ali.


Editor : Doni Ramdhani