Termasuk Palestina, Jennie BLACKPINK Menyumbangkan Semua Pendapatan dari Roskilde
Jennie BLACKPINK mengunbangkan semua pendapatannya dari penampilannya di Festival Roskilde untuk negara-negara kerisis termasuk Palestina.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Jennie BLACKPINK kembali membuat kagum penggenar K-Pop bukan hanya penampilannya di Festival Roskilde namun juga kebaikan hatinya.
Jennie BLACKPINK baru saja memikat penggemar di Festival Roskilde dengan penampilan solo yang percaya diri, gaya yang berani, dan kehadiran di panggung yang terus memicu perbincangan.
Tidak ada yang tampaknya menghalangi Jennie BLACKPINK saat dia terus menampilkan citra yang lebih berani dan percaya diri di atas panggung.
Pada malam tanggal 3 Juli (waktu setempat atau 4 Juli WIB), Jennie BLACKPINK naik panggung di Festival Roskilde, salah satu Festival musik tertua dan paling bergengsi di Eropa.
Menurut jadwal resmi, rapper BLACKPINK tersebut tampil pukul 10 malam di Panggung Oranye ikonik Festival tersebut di Denmark.
Penampilan tersebut menandai tonggak penting lainnya dalam karier solo Jennie BLACKPINK. Setelah penampilannya di Governors Ball Music Festival di New York, Roskilde menjadi pemberhentian terbaru dalam rangkaian penampilan Festival internasionalnya yang terus bertambah pada tahun 2026.
Tampil di slot waktu utama di salah satu Festival musik terbesar di Eropa semakin menyoroti daya tariknya secara global setelah perilisan album solonya, 'Ruby'.
Begitu melangkah ke atas panggung, Jennie BLACKPINK langsung menarik perhatian dengan penampilan berani yang mencerminkan estetika penampilan solonya baru-baru ini.
Dia mengenakan atasan bra hitam yang dilapisi atasan renda transparan ketat, dipadukan dengan celana berpinggang rendah.
Pakaian tersebut menonjolkan pinggangnya yang ramping sekaligus menyeimbangkan citra yang berani namun tetap stylish.
Rambutnya yang panjang dan bergelombang menambahkan sentuhan santai dan bebas, kontras dengan citra anggun dan mewah yang sering dikaitkan dengannya di acara-acara mode.
Panggung Roskilde diterangi dengan pencahayaan merah yang menyala, diperkuat oleh efek asap, lampu sorot yang kuat, dan layar LED besar yang menciptakan suasana konser yang intens.
Selama beberapa momen pertunjukan, Jennie BLACKPINK memasukkan properti berbentuk tongkat panjang ke dalam koreografi sambil bernyanyi dan bergerak dengan mudah mengikuti musik.
Gerakannya yang luwes, postur tubuhnya yang percaya diri, dan interaksinya yang ekspresif dengan kamera memberikan penampilan tersebut identitas "Jennie" yang khas tidak pernah berlebihan, namun tak dapat disangkal memikat.
Mungkin hal yang paling menonjol dari penampilan itu adalah kepercayaan diri Jennie BLACKPINK.
Alih-alih mengandalkan koreografi tanpa henti, dia berhasil menarik perhatian penonton melalui karisma, kontak mata, dan gerakan yang diatur dengan cermat.
Tak lama setelah pertunjukan, video penampilannya dengan cepat menyebar di media sosial, dengan banyak penggemar memuji kehadirannya di panggung yang memukau, gaya penampilan yang menarik, dan energi yang luar biasa.
Sejak lebih fokus pada karier solonya, Jennie semakin merangkul citra artistik yang lebih dewasa, bereksperimen dengan busana yang lebih terbuka, gaya yang lebih bebas, dan koreografi dengan sentuhan sensual.
Pilihan kreatif tersebut juga memicu perdebatan yang berulang. Beberapa penonton percaya bahwa ia telah terlalu jauh menyimpang dari citra tradisional yang diasosiasikan dengan idola K-Pop, menunjuk pada penampilannya yang semakin lugas dan gaya panggung yang terinspirasi oleh bintang pop Barat.
Namun, sebagian pihak berpendapat bahwa Jennie sengaja mendefinisikan ulang dirinya di luar ekspektasi yang dibebankan pada idola K-Pop.
Mereka melihat perkembangan citranya sebagai bagian dari pertumbuhan artistiknya, dan mencatat bahwa dia semakin nyaman mengekspresikan individualitasnya di atas panggung meskipun terus menerus mendapat kritik.
Usai tampil di acara tersebut, Jennie BLACKPINK kabarnya menyumbangkan seluruh biaya pendapatnnya dari pertunjukan di Festival Roskilde.
100 persen haril pendapatnnya akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan di negara-negara yang menghadapi krisis termasuk Palestina, Kongo dan lainnya.***
Editor : Irma Nurfajri

