Ternyata...Begini Perjuangan Zidane Jadi yang Terbaik

Zinedine Zidane kini dianggap sebagai salah satu figur terbaik di panggung sepak bola. Tapi, dia meraihnya melalui perjalanan panjang. Penuh perjuangan.

Ternyata...Begini Perjuangan Zidane Jadi yang Terbaik
INILAH, Madrid - Zinedine Zidane kini dianggap sebagai salah satu figur terbaik di panggung sepak bola. Tapi, dia meraihnya melalui perjalanan panjang. Penuh perjuangan.
 
Sebagai pemain, Juventus dan Real Madrid, selain tim nasional Prancis, adalah panggung yang membesarkan Zinedine Zidane. Sebagai pelatih, dia membawa Real Madrid kembali ke kejayaannya. Itu sebabnya, ketika Real Madrid krisis sepeninggalnya, hanya Zidane yang bisa menyelamatkan.
 
Zinedine Zidane menghabiskan lima tahun karier terakhirnya sebagai pemain di Real Madrid. Dia memenangkan Liga Champions dan La Liga bersama bintang lainnya, Ronaldo, Raul, dan Luis Figo.
 
Tapi, langkah pertamanya sebagai pemain, jauh dari glamour. "Jelas bagi saya sejak awal, yang saya inginkan hanyalah bermain bola. Tapi, saya menghadapi kesulitan di sekolah dan orang tua meminta saya mundur (dari sepak bola)," sebutnya.
 
Zinedine Zidane tahu persis, dirinya tak memiliki kelakuan yang ideal. Maka, orang tuanya pun kemudian sadar. Mereka sadar, Zidane memiliki sesuatu di kepalanya dan itu bukan sekolahan. Sejak itulah, orang tuanya mengizinkan dia melakukan apa yang diinginkan.
 
"Begitu orang tua mengizinkan, saya fokus mengerahkan segala sesuatunya untuk meraih apa yang ingin saya capai. Begitu sampai di Cannes, saya melihat latihan yang profesional dan saya bergumam sendiri: saya ingin melakukan ini," katanya.
 
Sejak saat itu, Zidane melakukan semua yang harus dilakukan untuk menjadi yang terbaik. Dia tinggalkan apapun kesenangannya untuk bisa berubah menjadi pemain hebat.
 
Setelah bergabung dengan Cannes dalam usia 17 tahun, Zidane mengubah total gaya hidupnya agar bisa tampil dengan performa puncak di klub tersebut. "Saya tidur dengan nyenyak, saya tak melakukan kebodohan dengan pergi ke bar-bar, saya hanya minum air putih dan melakukan peregangan," tambahnya.
 
Dia melakukan apapun yang mungkin agar bisa menjadi pemain terbaik. Dia lakukan semua, apapun risikonya.
 
"Dengan begitulah saya bisa membuat orang tua bahagia. Sebab, itulah kehidupan saya. Saya lakukan itu juga untuk membuat mereka bangga," tambahnya.
 
Untuk menjadikan dirinya dikenal dan kemudian bisa main, dia harus menunjukkan permainan terbaik. Pertama, dia harus menunjukkan dirinya beda dengan pemain lainnya. Sebab, saat itu, keberadaan pemain muda sangat terbatas. Setiap tim hanya boleh memiliki satu atau dua pemain muda.
 
"Hari ini semuanya berubah. Semua bisa lebih cepat. Dan bagi pemain, tak ada lagi ketakutan melakukan kesalahan," katanya lagi.
 


Editor : inilahkoran