Teror Email Ancaman Bom Gegerkan 10 Sekolah di Depok
Sebanyak 10 sekolah di Depok, Jawa Barat mendapat ancaman bom yang meneror melalui email.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepolisian membenarkan adanya ancaman bom yang ditujukan ke sejumlah sekolah menengah atas di Kota Depok, Jawa Barat. ancaman tersebut sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan pendidikan, sebelum akhirnya dipastikan tidak terbukti.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, mengatakan pihak kepolisian langsung bergerak cepat dengan melakukan penyisiran menyeluruh begitu menerima laporan.
“Benar, kami menerima informasi adanya ancaman bom dan saat ini sudah dilakukan penyisiran,” ujar Made Budi dikutip Rabu, (24/12).
Ia menjelaskan, hingga kini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap 10 sekolah yang disebut menjadi sasaran ancaman. Dari jumlah tersebut, enam sekolah telah selesai disisir, sementara empat sekolah lainnya masih dalam proses pemeriksaan.
Adapun sekolah-sekolah yang menerima ancaman tersebut antara lain SMA Arrahman, SMA Al Mawaddah, SMA Negeri 4 Depok, SMA PGRI 1, SMA Bintara Depok, SMA Budi Bakti, SMA Cakra Buana, SMA 7 Sawangan, SMA Nururrahman, dan SMAN 6 Depok.
“Enam sekolah sudah dinyatakan aman, empat lainnya masih kami lakukan penyisiran,” kata Made Budi.
Sebelumnya, sebuah video yang beredar di media sosial Instagram melalui akun @depok24jam memperlihatkan aktivitas aparat kepolisian dan personel Detasemen Gegana Brimob Polri yang melakukan pemeriksaan di sejumlah sekolah di Depok.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa petugas gabungan dari Gegana Brimob dan Polres Metro Depok diterjunkan untuk menindaklanjuti laporan dugaan teror bahan peledak.
Diketahui, ancaman tersebut disampaikan melalui surat elektronik (email) yang dikirim ke pihak sekolah. Pesan tersebut memicu kekhawatiran di kalangan tenaga pendidik, siswa, dan orang tua.
Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan benda mencurigakan maupun bahan peledak, dan situasi di lingkungan sekolah tetap dalam kondisi aman serta terkendali.
Editor : Firda Rachmawati

