Terungkap! Kasus Pengaturan Skor IBL 2021, Ini Daftar 6 Pemain yang Terlibat

Sebanyak 6 pemain terlibat dalam praktik pengaturan skor kompetisi IBL 2021. Siapa saja nama-nama mereka?

Terungkap! Kasus Pengaturan Skor IBL 2021, Ini Daftar 6 Pemain yang Terlibat
Enam pemain bola basket terlibat praktik pengaturan skor di kompetisi IBL 2021. Siapa saja?

INILAHKORAN, Bandung- Dunia basket tanah air diterpa kenyataan pahit. Ada praktik pengaturan skor di Kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) 2021. Lima pemain dari satu klub terlibat.

Dikutip InilahKoran dari pikiran-rakyat.com, ini jadi kali kedua kompetisi IBL diterpa praktik pengaturan skor. Hal serupa terjadi pada IBL musim 2017 lalu.

Total enam pemain terlibat pengaturan skor berdasarkan hasil penelusuran tim investigasi IBL yang didalamnya melibatkan Komisi Etik Perbasi.

Baca Juga: 15 Contoh Ucapan Happy New Year 2022, Cocok untuk Dijadikan Status di Media Sosial

Dari enam pemain yang terlibat pengaturan skor, itu lima pemain berasal dari satu klub.

Mereka adalah Aga Siedartha, Arisanda Gabriel Senduk, Yoseph Wijaya dan Aziz Wardhana. Kelima pebasket itu membela Pasific Cesar.

Sementara itu, satu pemain lainnya yang terlibat pengaturan skor IBL 2021 adalah Yerikho Tuasela dari Bali United.

Pengungkapan praktik pengaturan skor IBL 2021 disampaikan Dirut IBL, Junas Miradiarsyah melalui sesi konferensi pers secare daring Rabu 29 Desember 2021 kemarin.

Dia memastikan klub dari para pemain yang terlibat sudah dihubungi secara langsung.

Sementara itu, sanksi terhadap semua pihak yang terlibat pengaturan skor juga sudah dijatuhkan IBL selaku operator kompetisi dan PP Perbasi.

Baca Juga: Varian Delta dan Omicron Menyebar Bersamaan, WHO Khawatir Terjadi Tsunami Kasus Covid-19

"Sesuai aturan IBL, jika terjadi hal seperti itu maka pemain, yang terlibat langsung maupun tidak, dia inisiator atau hanya ikut-ikutan, semua dinilai terlibat. Hingga me­reka dikenai pasal yang sama, yakni larangan bermain se­umur hidup di lingkup IBL dan denda sebesar Rp100 juta," katanya.

Jurnas lantas mengungkap alasan pihaknya tidak mengekspose kasus ini sejak jauh-jauh hari. Dia mengaku ingin menjaga nama baik bola basket Indonesia.

Lalu, Jurnas memastikan praktik pengaturan skor merupakan kesalahan pribadi atau para pemain tanpa ada campur tangan klub.

Baca Juga: Persatuan Dukun Nusantara Jadi Bulan-bulanan Netizen Usai Timnas Indonesia Dibantai Thailand 0-4, Lho?

"Jadi ini prosesnya berawal dari laporan klub (Pasific Caesar) ke IBL. Klub mencurigai ada pertanding-pertan­ding­an yang secara sengaja oleh pemain tersebut direncanakan untuk ‘bermain’. Informasinya, ada seorang pemain yang akan melakukan pengaturan skor dan mengajak pemain-pemainnya. Lalu kita tindak lanjuti laporannya tersebut," katanya.

Setelah adanya laporan, IBL melakukan pengecekan melihat dari beberapa hal, seperti statistik pemain.

Dia juga melihat pertandingan para pemain yang bersang­kutan pada musim lalu. Setelah itu memang ditemukan adanya pengaturan skor.

Sementara itu, Ketua Badan Etik dan Hukum Perbasi Charles Bronson Siringoringo menyatakan, apa yang dila­ku­kan enam pemain itu masuk dalam tindakan indisip­liner.

Baca Juga: Terungkap! Taktik Jitu Alexandre Polking Saat Thailand Bungkam Timnas Indonesia 4-0

Mereka dihukum tidak dapat mengikuti kegi­atan bas­ket di seluruh Indonesia baik sebagai pemain, pelatih, maupun ofisial tim mereka. Juga dilarang membuka kegiat­an dan atau kepelatihan bola basket di seluruh Indonesia.

"Jadi ada bandar yang memasang judi daring, kemudian menghubungi runner. Runner yang kemudian berkomunikasi dengan pemain Pasific. Pesanannya untuk bisa kalah dengan tim tertentu dengan jumlah selisih bola tertentu, sesuai permintaan dari bandar," ujar Charles.***


Editor : inilahkoran