Tinggalkanlah Kalimat Ambigu dalam Berdakwah
ALLAH melarang para sahabat untuk menggunakan kalimat yang disalah gunakan oleh Yahudi ketika memanggil Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Allah berfirman,
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
ALLAH melarang para sahabat untuk menggunakan kalimat yang disalah gunakan oleh Yahudi ketika memanggil Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Allah berfirman,
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): "Raaina", tetapi Katakanlah: "Unzhurna", dan "dengarlah". dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih. (QS. Al-Baqarah: 104)
Kata raaina memiliki dua kemungkinan makna,
[1] Turunan dari kata raaa yuraai yang artinya perhatikan. Sehingga kata raaina bermakna Perhatikanlah kondisi dan keadaan kami.
[2] Turunan dari kata ruunah, yang artinya orang tolol. Sehingga kata raaina bisa bermakna orang tolol di kalangan kami.
Para sahabat ketika bergaul bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam mereka memohon agar Nabi shallallahu alaihi wa sallam memperhatikan kemampuan mereka dalam menangkap pelajaran dan hadis dari beliau. Merekapun mengatakan ya Rasulullah, raaina, yang artinya "Ya Rasulullah, perhatikanlah kami."
Namun ternyata kebiasaan ini dimanfaatkan oleh orang yahudi untuk menghina Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Mereka turut mengatakan, "Ya Muhammad, raaina." maksud mereka, Hai Muhammad, orang tolol di kampung kami. Kemudian Allah melarang para sahabat untuk menggunakan kalimat ini, sebagai gantinya Allah perintahkan mereka untuk menggunakan kalimat undzurnaa, yang maknanya sama.
Pelajaran yang bisa kita ambil, bahwa ketika ada sebuah kalimat yang ambigu, bisa bermakna baik dan bisa sebaliknya, bermakna buruk, kita dilarang untuk menggunakannya, dan diarahkan untuk menggunakan kata lain yang sepadan sebagai gantinya. Apalagi jika kata itu hanya mengandung makna negatif.
[baca lanjutan]
Editor : Bsafaat

