Tingkatkan Kelas UMKM Kreatif Difabel, PLN Fasilitasi Official Store dan Peralatan Digital
Rona bahagia terpancar di wajah Dessy Nur Anisa Rahma, CEO Pulas Katumbiri (Puka). Impiannya untuk memiliki official store produk kreatif difabel telah terwujud dengan bantuan program PLN Peduli dari PLN.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Rona bahagia terpancar di wajah Dessy Nur Anisa Rahma, CEO Pulas Katumbiri (Puka). Impiannya untuk memiliki official store produk kreatif difabel telah terwujud dengan bantuan program PLN Peduli dari PLN.
“PLN Peduli sangat berperan dalam membantu kami. Saat ini pemasaran yang lebih banyak diminati ternyata dari kegiatan offline. Dan alhamduillah diberikan kesempatan untuk membangun suatu impian kami, membuat offiicial store yang bisa di datangi oleh masyarakat yang lebih luas di sini sehingga promosi juga bisa lebih luas,” kata Dessy saat pembukaan official store Puka, Jumat 7 Juli 2023.
Puka adalah bisnis sosial UMKM yang memberdayakan difabel di bidang crafting. Dessy mendirikan Puka karena dilatarbelakangi oleh keinginannya untuk memberikan kemandirian ekonomi sekaligus akses kesempatan berkreatifitas bagi para difabel.
“Para difabel sangat membutuhkan lapangan pekerjaan yang menerima mereka sesuai dengan kemampuannya, untuk itu Puka terbentuk,” ujar Dessy.
Dessy menuturkan, dengan adanya bantuan PLN peduli maka semakin banyak teman-teman difabel yang berdaya. Dari sisi lapangan pekerjaan, adanya official store menambah kesempatan difabel untuk menjadi shopkeeper dan crafter.
Selain itu, dari sisi pengembangan skill, bantuan fasilitas peralatan dari PLN dapat memberikan ilmu teknik crafting yang baru lagi sehingga kompetensi mereka meningkat, dapat mengikuti trend saat ini.
Kegiatan kreatif yang dikerjakan para difabel di Puka yakni crafting seperti menyulam, menjahit, meronce, memayet, dan mendesain.
Dessy menjelaskan, produk-produk kreatif berupa tas dan aksesoris yang fashionable, unik, dan berkualitas tersebut tidak hanya berasal dari pegawai difabel Puka saja namun juga dari teman-teman difabel dari berbagai institusi yang telah bekerja sama dengan Puka seperti SLB AI-Masduki, SLB AI-Barkah, SLB Nusantara Kita yang berlokasi di Garut, SLB YPLAB Wartawan, sekolah lnklusi Alfa Centauri Bandung, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dan POTADS Jabar.
Dessy berharap kedepannya dia dapat memberdayakan difabel lebih banyak lagi dan bisa membuka cabang.
“Bisnis bukanlah semata-mata menciptakan profit, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Terimakasih banyak PLN peduli atas segala bantuannya disini, semoga semua pihak turut merasakan berkahnya,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat (PLN UID Jabar), Susiana Mutia menyampaikan bahwa PLN berkomitmen mendukung pemberdayaan difabel sekaligus UMKM dengan memberikan kesempatan yang sama untuk meningkatkan skiil dan kesejahteraannya melalui program PLN Peduli.
Hal tersebut sesuai dengan tujuan Sustainable Development Goals/SDGs ke 10 yang menekankan pentingnya mengurangi kesenjangan dan memberikan akses yang setara bagi semua orang, termasuk para difabel.
Susiana menambahkan, program tersebut juga ditujukan agar memberikan kesempatan bagi teman difabel untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa khususnya di bidang ekonomi secara berkelanjutan. Selain itu, program ini juga bentuk implementasi PLN terkait aspek Environmental, Social & Governance (ESG).
“Kami sangat mengapresiasi karya teman-teman difabel. Mari kita besama turut mengambil peran memajukan difabel sekaligus membangun bangsa,” ajak Susiana.***
Editor : Doni Ramdhani

