Tinjau Lima Titik Lokasi Bencana di Lembang, Ketua Komisi III Ungkap Penyebab Bencana Banjir
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebut, maraknya alih fungsi lahan di Kawasan Bandung Utara (KBU) menjadi faktor penyebab terjadinya rentetan bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Lembang pasa Jumat 23 Mei 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebut, maraknya alih fungsi lahan di Kawasan Bandung Utara (KBU) menjadi faktor penyebab terjadinya rentetan bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Lembang pasa Jumat 23 Mei 2025.
Berdasarkan peninjauan yang dilakukan politisi Partai Demokrat KBB di lima titik bencana di Kecamatan Lembang pada Minggu 25 Mei 2025, terdapat sejumlah wilayah di tiga desa yang terdampak parah akibat diterjang bencana banjir dan tanah longsor.
"Kemarin, ada lima titik yang saya kunjungi dan desa yang terparah terdampak bencana itu yakni, Desa Wangunsari," kata Pither saat dihubungi, Senin 26 Mei 2025.
Menurutnya, dampak bencana longsor di desa ini sangat parah, betapa tidak material longsor dari atas menerjang permukiman dan memporak-porandakan rumah warga yang berada di bawahnya.
"Aparat kewilayahan mulai dari desa dan camat sudah mengosongkan rumah warga tersebut dan mengimbau agar tidak kembali untuk sementara waktu lantaran dikhawatirkan ada bencana longsor susulan," tuturnya.
Pither mengakui, butuh biaya yang cukup besar untuk penanganan bencana yang terjadi di Kecamatan Lembang ini. Apabila, pemerintah masih memperbolehkan warga untuk kembali menetap di situ.
Titik kedua, sambung dia, di Desa Cikahuripan di mana ada seorang warga yang diduga tertimbun longsor dan masih dalam proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan
"Itu yang saat ini menjadi sorotan banyak pihak. Oleh karena itu, kami berharap warga yang menjadi korban bisa segera ditemukan," ujarnya.
Ketiga, di Desa Sukajaya juga cukup parah dampaknya, sehingga warga harus direlokasi dan saya sudah berkomunikasi dengan Sekda KBB kondisi ini memang perlu kajian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dan BPBD.
"Kami mendukung warga korban bencana di Kecamatan Lembang direlokasi ke tempat yang lebih aman agar tidak meminta banyak korban lainnya," ucapnya.
Tak cuma itu, ungkap Pither, di lapangan banyak pihak yang menyampaikan bahwa salah satu faktor penyebab bencana banjir dan longsor akibat maraknya alih fungsi lahan di Kawasan Bandung Utara (KBU) itu.
"Faktornya itu karena banyaknya objek wisata, pembangunan perumahan dan villa yang memang secara aturan sangat memprihatinkan," ungkapnya.
Sehingga, lanjut Pither, para pihak menyarankan agar DPRD KBB mengambil sejumlah langkah. Menurutnya, aspirasi tersebut sudah pihaknya tampung dengan memanggil sejumlah dinas seperti Dinas PUTR, DLH, Perkim dan pihak-pihak terkait dalam waktu dekat.
"Kami mendesak OPD terkait agar lebih memperketat proses perizinan pembangunan, seperti Persetujuan Bangunan Gedung atau PBG," tegasnya.
OPD terkait, lanjut Pither, harus melakukan pengawasan secara ketat di daerah-daerah yang rencananya bakal dibangun. Sebab, harus dipastikan tata ruangnya boleh dilakukan pembangunan atau tidak.
"Jadi dari awal harus dilakukan atau dipastikan dahulu tidak hanya perizinan namun juga lokasinya," tegasnya.
Diketahui, curah hujan yang tinggi sepanjang Jumat 23 Mei 2025 mengakibatkan wilayah Kecamatan Lembang, KBB disergap bencana banjir dan longsor.
Rentetan bencana alam berupa banjir seperti dilaporkan terjadi depan Pasar Panorama Lembang yang selalu menjadi langganan banjir. Kali ini ketinggian air hingga sepinggang orang dewasa.
Kemudian banjir bandang juga terjadi di Desa Cikahuripan yang berbatasan dengan Desa Sukajaya. Banjir merusak lahan pertanian, bahkan saking derasnya air membawa material pohon yang cukup besar.
Sementara banjir bandang di Jalan Maribaya, Desa Kayuambon membuat sejumlah pengendara motor terjatuh. Pada sebuah unggahan video tampak pengendara motor terjatuh dan motornya terseret banjir, dia pun tampak tidak kuasa menahan motor karena derasnya air.
Sementara bencana tanah longsor terjadi di Kampung Pangragajian RT 03/09, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang. Akibatnya dua rumah terancam karena mengalami retakan dan pergeseran di bagian dapur.
Kemudian bencana tanah longsor juga terjadi Kampung Buniwangi RT 05/04, Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB mencatat, sebuah rumah dengan satu kepala keluarga (KK) dan berisi 5 jiwa rusak.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
