TPA Sarimukti Over Capacity, Pengelola Ingatkan Kembali Pemerintah Kota/Kabupaten Soal Komitmen Batas Ritase Pengiriman Sampah
Pengelola TPA Sarimukti mengeluhkan pengiriman sampah dari wilayah Bandung Raya yang kian bertambah meski masing-masing pemerintah kota/kabupatennya telah berkomitmen untuk membatasi jumlah maksimal ritase pembuangan sampah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Pengelola TPA Sarimukti mengeluhkan pengiriman sampah dari wilayah Bandung Raya yang kian bertambah meski masing-masing pemerintah kota/kabupatennya telah berkomitmen untuk membatasi jumlah maksimal ritase pembuangan sampah.
Hal itu disampaikan Koordinator Pengelola TPA Sarimukti Zidni Ilman. Menurutnya, dalam sehari pihaknya menerima 300 sampai 350 ritase sampah dari empat daerah di Bandung Raya.
"Dari data tersebut volume sampah yang masuk ke TPA Sarimukti bukan berkurang melainkan semakin bertambah," kata Zidni belum lama ini.
Tak cuma itu, Zidni mengungkapkan kondisi TPA Sarimukti yang sudah over capacity tak lantas membuat antrean truk pengangkut sampah berkurang. Bahkan, kondisinya sama seperti biasa saat kapasitas di TPA Sarimukti masih bisa menampung sampah secara normal.
Kendati angkanya fluktuatif, sambung Zidni, jumlah pengiriman sampah tak berkurang pasca kesepakatan bersama pembatasan ritase sampah.
"Masih sekitar 300 ritase sampai 350 ritase. Kondisi (pembuangan) naik turun juga sebetulnya cuma secara umum ritasenya sekitar angka itu. Ya berjalan normal saja," ungkapnya..
Sebagai pengelola TPA Sarimukti, Zidni mengaku, pihaknya tak bisa berbuat banyak dengan fakta bahwa sampah yang datang ke TPA Sarimukti masih tergolong banyak.
Namun, Zidni mengingatkan Pemda Kabupaten/Kota di Bandung Raya untuk memegang komitmennya, yakni mengirim volume sampah seusai dengan kesepakatan.
"Seperti yang disampaikan Pak Sekda Jabar waktu kunjungan, itu hulunya yang harus kurangi, kurangi, kurangi (sampah)," ucapnya.
"Kalau kita kan ada yang buang ya ditampung, enggak mungkin disuruh pulang," tambahnya.
Saat ini, sambung Zidni, TPA Sarimukti hanya beroperasi satu zona. Zona ini digunakan untuk menampung sampah dari wilayah Bandung Raya. Namun zona lainnya pun masih dilakukan tutup buka, tergantung kondisinya. Bisa jadi zona yang sudah ditutup akan kembali beroperasi.
"Kalau kita mau tidak mau pasti ditampung sampai dengan selesainya zona yang baru. Ya artinya semua ini dipaksakan bahkan dari tahun kemarin. Ya sejak saat itu bulak balik saja, dari zona 1 penuh lalu kita timbun pakai tanah, over ke zona 2 sekarang kita pakai zona 3, terus seperti itu. Yang sudah kita tutup dengan tanah kalau memang terpaksa ya kita pakai lagi," bebernya.
Sementara itu, lanjut Zidni, terkait banyaknya truk over capacity atau melebihi batas muatan, pihaknya tak memungkiri banyak terjadi.
Menurutnya, hal ini karena tidak adanya pengawasan yang ketat. Pihaknya sedikit terbantu oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cipatat yang turut andil menertibkan truk melebihi kapasitas.
"Truk over capacity memang sering terjadi. Setiap harinya pasti ada meskipun saya tidak tahu berapa jumlah pastinya," katanya.
"Lalu ada Forkopimcam Cipatat yang ikut andil menertibkan. Tetapi itu tidak membuahkan hasil karena mereka tidak setiap saat. Jadinya kucing-kucingan. Kami juga bertindak tegas melarang masuk jika ada truk yang over capacity," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani
