TPP ITB dan Fruitoday Ciptakan Wirausahawan Muda Pertanian
Desa Tegalmanggung punya potensi pertanian yang besar. Kurangnya dukungan fasilitas teknologi pascapanen dan pemasaran yang baik menjadi kendala para petani untuk menjual hasil panennya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Sumedang - Pengabdian masyarakat menjadi salah satu bakti perguruan tinggi dalam mengimplementasikan ilmunya. Tanggung jawab moral dan keilmuan tersebut mendorong peran akademisi baik mahasiswa maupun peneliti berkontribusi untuk kemajuan bangsa.
Berbeda dengan pengabdian masyarakat lainnya, Himpunan Mahasiswa Teknologi Pasca Panen (TPP) ‘Varda’ Institut Teknologi Bandung (ITB) berkolaborasi dengan Fruitoday Company menggelar talk show dan pembinaan kewirausahaan bagi masyarakat Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Minggu (23/2/2020).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat akan diarahkan dan dibina oleh praktisi sekaligus wirausahawan muda Albi Arjani, Founder dan CEO Fruitoday Company, dalam implementasi peluang bisnis sesuai potensi sumber daya yang ada di Desa Tegalmanggung.
Selain itu, hadir pula Dosen Kewirausahaan ITB sekaligus CEO Lyco Farm, Pathmi Noerhartini, pengusaha di bidang pertanian yang telah menghasilkan omzet hingga miliaran dengan model penjualan produk pertanian super dengan pengalaman yang segudang di bidang pertanian.
Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Mahasiswa TPP ITB, Siti Sarah Agnia mengatakan, Desa Tegalmanggung merupakan desa yang memiliki potensi pertanian yang besar, lahan yang subur mampu menghasilkan berbagai jenis komoditas, seperti padi, jagung, aren, umbi-umbian, dan sayur-sayuran. Kurangnya dukungan fasilitas teknologi pasca panen dan pemasaran yang baik menjadi kendala para petani untuk menjual hasil panennya.
“Para pemuda di sini masih kurang berminat melihat peluang dan potensi agrobisnis di desanya sendiri dan lebih memilih menjadi buruh pabrik atau bekerja di luar desa,” katanya.
Siti Sarah menjelaskan, konsep kegiatan tersebut adalah membentuk mindset anak muda bahwa mereka dapat menjadi sukses dengan melakukan usaha tani. Kemudian, kata dia, dengan membungkus konsep tersebut dengan workshop modern ‘startup petani muda’ akan mengangkat usaha tani menjadi sesuatu yang bergengsi.
“Dengan demikian anak muda tidak lagi menganggap usaha tani adalah hal yang ketinggalan zaman, seperti yang mereka ungkapkan dalam forum group discussion sebelumnya,” jelasnya.
Sementara itu, Albi Arjani menuturkan, Fruitoday Company berkomitmen penuh untuk senantiasa berkontribusi menyehatkan anak bangsa melalui program gemar makan buah minimal dalam sehari ada satu buah yang dikonsumsi.
“Untuk membentuk karakter yang baik itu dimulai dari hal terkecil, salah satunya dengan menyehatkan melalui konsumsi buah-buahan yang mengandung banyak nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan tubuh,” tuturnya.
Albi Arjani mengungkapkan, potensi terutama dari hasil bumi Desa Tegalmanggung yang sangat besar, hanya mereka tidak bisa mengolah dan berinisiatif untuk melakukan pergerakan. Pemudanya lebih memilih jadi buruh padahal potensi yang mereka miliki untuk dimaksimalkan cukup besar.
“Setelah mendapat motivasi dan arahan dalam workshop, mereka sangat tergugah dan antusias untuk memajukan daerahnya sendiri, di antaranya mereka ingin berkolaborasi dengan akademisi, praktisi, dan para wirausahawan muda yang bergelut di bidang startup,” ungkapnya.
Lebih jauh Albi Arjani menjelaskan, ke depan Desa Tegalmanggung ini akan menjadi desa binaan tidak hanya dari Himpunan Mahasiswa TPP ITB, namun juga dari Fruit Today Company yang bisa mengeksplor lebih dalam potensi, bukan hanya dari sisi produksi, juga dari sisi pembinaan wirausaha mudanya.
“Kami sempat mendapat pertanyaan, langkah awal apa yang harus dilakukan. Kemudian kami memberikan arahan, para pemuda untuk mencari tahu apa yang menjadi kendala para petani dalam mengembangkan potensi besar yang ada di desanya,” jelasnya.
Albi Arjani menambahkan, setelah para pemuda mendapat jawabannya, mereka diarahkan untuk berkonsultasi dengan mahasiswa dan para dosen berkompeten di bidangnya untuk memberikan solusi dan pembinaan yang tepat untuk menghidupkan perekonomian melalui agrobisnis.
“Kami pun menyempatkan berbagi buah-buahan secara gratis kepada masyarakat Desa Tegalmanggung sebagai bentuk komitmen dari Fruitoday Company yang sebagian penghasilannya digunakan untuk pengabdian kepada masyarakat. Di antaranya, bagi-bagi buah gratis kepada anak jalanan, panti asuhan, dan masyarakat lainnya yang jarang sekali mengonsumsi buah-buahan,” pungkasnya. (agus sn)
Editor : suroprapanca


