TPS 3R Ciawigajah Olah 12 Ton Sampah per Hari, Serap 30 Pekerja Bergaji UMR
TPS 3R Ciawigajah Kabupaten Cirebon berhasil menerapkan sistem ekonomi sirkular dengan mempekerjakan 30 tenaga kerja bergaji UMR
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Tempat Pengolahan sampah Reduce, Reuse, and Recycle (TPS 3R) Ciawigajah Berkah di Desa Ciawigajah, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang berhasil.
Selain mampu mengolah hingga 12 ton sampah per hari tanpa menyisakan residu, fasilitas tersebut juga menyerap 30 tenaga kerja lokal dengan upah sesuai Upah Minimum Regional (UMR) Kabupaten Cirebon.
Keberhasilan TPS 3R tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, saat meninjau langsung lokasi bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon dan Camat Beber, Kamis (4/6/2026).
Menurut Agus, pengelolaan sampah di TPS 3R Ciawigajah membuktikan bahwa persoalan lingkungan dapat diubah menjadi peluang ekonomi apabila dikelola secara profesional dan melibatkan banyak pihak.
“Pengelolaan sampah di Ciawigajah menunjukkan sampah tidak selalu menjadi beban. Dengan tata kelola yang baik, justru bisa memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan,” ujarnya.
Dia menilai, keberhasilan TPS 3R tersebut layak dijadikan model bagi desa-desa lain di Kabupaten Cirebon. Pasalnya, selain mampu mengurangi timbulan sampah, keberadaan fasilitas tersebut juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
“Kapasitas pengolahan yang mencapai 12 ton per hari tanpa residu dan kemampuan menyerap puluhan tenaga kerja lokal menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” katanya.
Sementara itu, Kuwu Desa Ciawigajah, Nunung Nurhadi mengatakan, pihaknya sejak awal berupaya mengubah pola pikir masyarakat yang selama ini memandang sampah sebagai masalah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah memiliki nilai manfaat. Jika dikelola dengan benar, sampah bisa menjadi sumber penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Nunung menjelaskan, TPS 3R Ciawigajah menerapkan sistem zero waste dengan dukungan mesin pemilah sampah. Melalui proses tersebut, sampah organik diolah menjadi pupuk, sedangkan sampah nonorganik dimanfaatkan sebagai bahan baku yang memiliki nilai ekonomi.
"Untuk pemasaran hasil pengolahan, pengelola telah menjalin kerja sama dengan Indocement dan Cirebon Power. Seluruh sampah diproses hingga tuntas. Tidak ada residu yang dibuang. Produk hasil pengolahan sudah memiliki mitra pemanfaatan sehingga memberikan nilai tambah secara ekonomi,” paparnya.
Dia menambahkan, selain melayani kebutuhan pengelolaan sampah warga Desa Ciawigajah, TPS 3R tersebut juga menerima sampah dari sejumlah wilayah lain, termasuk dari Kabupaten Kuningan.
"Dengan kapasitas pengolahan mencapai 12 ton per hari dan sistem pengelolaan tanpa residu, TPS 3R Ciawigajah kini menjadi salah satu contoh keberhasilan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Selain itu, mampu mengintegrasikan aspek lingkungan dan pemberdayaan ekonomi secara berkelanjutan," tukasnya.
Editor : Ahmad Sayuti
