Jadi Percontohan di Kota Bogor, TPS 3R Mekarwangi Mampu Olah Plastik Low-Value

TPS 33 Mekar Mandiri di Kelurahan Mekarwangi jadi percontohan di Kota Bogor yang mengolah sampah plastik

Jadi Percontohan di Kota Bogor, TPS 3R Mekarwangi Mampu Olah Plastik Low-Value
Lurah Mekarwangi, Muhammad Nur saat memaparkan fasilitas pengelolaan sampah terpadu yang menjadi percontohan di Kota Bogor, yakni TPS 3R Mekarwangi/Mekar Mandiri.

INILAHKORAN - Lurah Mekarwangi, Muhammad Nur memaparkan, wilayahnya memiliki fasilitas pengelolaan sampah terpadu yang menjadi percontohan di Kota Bogor, yakni TPS 3R Mekarwangi/Mekar Mandiri

TPS 3R ini hasil kolaborasi dari Pemkot Bogor dengan organisasi lingkungan global World Wide Fund for Nature (WWF). 

"TPS 3R ini beroperasi sejak Agustus 2023 diatas lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi. Inovasi utama TPS 3R ini terletak pada kemampuannya mengolah sampah plastik bernilai rendah (low value plastic) yang biasanya sulit didaur ulang, sekaligus menekan volume buangan sampah akhir ke TPA secara signifikan," ungkap Nur di kantor Kelurahan Mekarwangi pada Jumat (24/7/2026). 

Nur melanjutkan, guna menunjang keberlanjutan ekosistem disekitar fasilitas, kawasan TPS 3R ini juga diperkuat dengan aksi penanaman ratusan pohon peneduh dan pelindung lingkungan.

​"Keterlibatan Mekarwangi dalam isu lingkungan juga mencakup dukungan terhadap rencana Pusat Pengolahan Sampah/Limbah (PSL) Kayu Manis. Jadi tidak hanya TPS 3R saja," terangnya. 

Nur menjelaskan, sebagai wilayah yang masuk dalam skema Ring 1, Kelurahan Mekarwangi memfokuskan pembenahan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Edukasi pemilahan sampah di tingkat rumah tangga terus digalakkan agar sampah yang keluar sudah terpisah antara organik dan anorganik sebelum didistribusikan.

​"Pada prinsipnya seluruh wilayah yang ditetapkan atau direncanakan sebagai Ring 1 PSL Kayu Manis, alhamdulillah semuanya kompak mendukung terhadap keberadaan PSL di Kayu Manis. Wujud dukungannya, kami dalam pelaksanaan pengelolaan sampah berharap dari hulu sampai hilir," jelasnya.

"Penanganan sampah yang efektif itu harus dari hulu sampai hilir. Hulu ini Mekarwangi sudah mengaktifkan dan terus mensosialisasikan pola pemilahan sampah dari rumah tangga agar keluarnya sudah terpisah antara organik dan anorganik," tambah Nur.

Nur membeberkan, bahwa potensi sampah di Kecamatan Tanah Sareal berdasarkan jumlah penduduk mencapai sekitar 31 ton per hari. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 50 persen yang terangkut oleh armada dinas, sementara 50 persen sisanya merupakan sampah organik yang belum sepenuhnya termanfaatkan karena kapasitas fasilitas 3R dan Bank Sampah yang masih dalam tahap pengembangan.

​"Kecamatan Tanah Sareal itu potensi sampahnya kalau dilihat dari jumlah penduduk sekitar 31 ton. Yang sudah terangkut itu 50 persen dari sampah 31 ton itu oleh DLH, kemudian 50 persennya adalah sampah-sampah organik yang memang masih belum termanfaatkan semuanya. Karena TPS 3R dan Bank Sampah kami volumenya belum bisa mengakomodir seluruh wilayah Mekarwangi," tambahnya.

Nur menerangkan, mengenai kekhawatiran dampak lingkungan dari operasional PSL Kayu Manis, dirinya optimis teknologi yang diterapkan mampu meminimalisasi risiko emisi bagi warga Mekarwangi maupun Kayu Manis. 

Pola pengolahan sampah modern yang mengkonversi limbah menjadi energi listrik dipandang sebagai solusi ramah lingkungan.

​"Dengan pola pengelolaan PSEL yang ada, yang sudah disosialisasikan untuk  pola merubah pengolahan sampah menjadi energi listrik karena memang dipandang itu yang ramah lingkungan," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti