TPT Turun 22 Persen dan Jadi Peringkat Dua di Jabar, Pemkot Cimahi Dorong Pelatihan Ritel Buat Siap Kerja dan Wirausaha
Upaya mengentaskan pengangguran menjadi komitmen utama Pemkot Cimahi diwujudkan melalui berbagai program pelatihan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar siap kerja dan berdaya saing.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Upaya mengentaskan pengangguran menjadi komitmen utama Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, yang diwujudkan melalui berbagai program pelatihan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar siap kerja dan berdaya saing.
Hasilnya, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di kota ini terus menurun dan membuatnya menduduki peringkat kedua di Jawa Barat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT Cimahi pada tahun 2023 mencapai 10,52 persen. Angka tersebut turun menjadi 8,97 persen di tahun 2024 dan melanjutkan tren penurunan menjadi 8,75 persen pada tahun 2025.
Penurunan sebesar 22 persen dalam dua tahun itu membuat Cimahi berada di posisi kedua dengan angka yang sangat dekat dengan peringkat pertama, Kabupaten Bekasi sebesar 8,78 persen.
Sementara itu, Kabupaten Pangandaran menduduki peringkat terbawah dengan TPT hanya 1,91 persen.
Salah satu program yang menjadi fokus Pemkot adalah pelatihan untuk meningkatkan kapasitas manajerial di sektor ritel.
Kepala Seksi Penempatan dan Transmigrasi Disnaker Cimahi, Andri Gunawan, menjelaskan pelatihan ini mencakup penguasaan keterampilan penting seperti pengelolaan inventaris, pelayanan pelanggan, visual merchandising, hingga manajemen kas.
"Dengan kemampuan yang terasah, mereka menjadi lebih siap dan kompetitif, tidak hanya di Cimahi tapi juga di pasar kerja regional," kata Andri, Minggu 30 November 2025.
Tak hanya menyiapkan tenaga kerja, lanjut Andri, program ini juga bertujuan menciptakan wirausahawan baru.
"Lulusan pelatihan ini didorong untuk memulai usaha ritel mandiri (UMKM). Kami tidak hanya mengurangi pengangguran, tapi juga menciptakan lapangan kerja baru," tegasnya.
Editor : Doni Ramdhani

