Dadang Instruksikan Camat Banjaran Cepat Tangani TPT Cibanjaran yang Ambrol 

Bupati Bandung Dadang Supriatna melihat ada beberapa titik lokasi yang harus segera diperbaiki seperti TPT yang ambrol dan jembatan di sungai Cibanjaran.

Dadang Instruksikan Camat Banjaran Cepat Tangani TPT Cibanjaran yang Ambrol 
Dadang Supriatna bertakziyah ke rumah duka di Kampung Girang Deukeut RT 01/09 Desa Banjaran Kulon Kecamatan Banjaran, Kamis (16/4/2026). (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Tembok penahan tanah (TPT) sungai Cibanjaran ambrol. Bahkan, akibat kejadian itu memakan dua korban jiwa.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengaku setelah mengecek ke lapangan, ada beberapa titik lokasi yang harus segera diperbaiki seperti TPT yang ambrol dan jembatan sungai yang menghubungkan Desa Ciapus dan Desa Banjaran Kota harus segera diperbaiki. 

"Saya minta Pak Camat dengan Pak Kades dengan Dinas PUTR untuk segera melakukan asesmen dan kalau bisa ditangani secara pentahelix agar bisa lebih cepat dalam pengerjaannya," kata saat bertakziyah ke rumah duka di Kampung Girang Deukeut RT 01/09 Desa Banjaran Kulon Kecamatan Banjaran, Kamis (16/4/2026).

Kepada khalayak, Dadang mengimbau pada saat cuaca ekstrem atau hujan deras warga sebaiknya mencari lokasi yang aman aar jangan sampai kejadian seperti yang dialami korban Gina terulang kembali.

"Memang yang dialami almarhumah merupakan sebuah takdir dan insya Alloh kita meyakini almarhumah husnul khotimah. Begitu juga kepada Pak Ersih selaku ayah kandung korban beserta keluarga diberikan kesabaran dan ketawakalan menghadapi musibah dan ujian ini," ujarnya.

Dadang menambahkan, dalam kejadian seperti itu menjadikan suatu gambaran bahwa dalam situasi kondisi cuaca yang tidak jelas ini kita harus lebih berhati-hati.

Seperti diketahui, kejadian naas yang dialami Gina dan Agus bermula ketika tembok penahan di sekitar sungai ambruk dan terseret arus yang sangat deras. 

Kedua korban yakni Ginasyah Lintang Sari (18) siswi Kelas XII SMAN 1 Banjaran dan Agus Sutisna (52), seorang petugas keamanan SMAN 1 Banjaran.

Diketahui, pada saat kejadian korban Gina yang sedang melihat kondisi banjir tiba-tiba terperosok ke Sungai Cibanjaran yang dipicu akibat robohnya TPT atau benteng di bantaran sungai tersebut. 

Melihat kejadian itu, petugas keamanan sekolah Agus berupaya menolong korban Gina. Namun air bah yang meluncur deras di Sungai Cibanjaran menyeret kedua korban hingga terbawa arus. Saat keduanya ditemukan, sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah korban akhirnya ditemukan di aliran sungai yang melintasi Kampung Cipaku, Desa Tarajusari Kecamatan Banjaran. Warga kemudian melakukan evakuasi dan memulangkan jenazah ke rumah duka di Kampung Girang Deukeut.

Sementara jasad Satpam Agus Sutisna ditemukan keesokan harinya, Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 10.40 WIB di Kampung Badra, RW 09, Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran.


Editor : Doni Ramdhani