Tradisi Nyekar saat Lebaran, TPU di Cirebon Dipenuhi Peziarah

Ratusan warga Cirebon melakukan tradisi nyekar usai Salat Idulfitri, memadati TPU untuk berziarah dan mendoakan keluarga yang telah wafat.

Tradisi Nyekar saat Lebaran, TPU di Cirebon Dipenuhi Peziarah
Warga saat melaksanakan tradisi "nyekar" di salah satu TPU di Kota Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (21/3/2026). (ANTARA/Fathnur Rohman)

INILAHKORAN.ID - Ratusan warga di Kota Cirebon melaksanakan tradisi nyekar atau ziarah kubur seusai Salat Idulfitri 1447 Hijriah dengan mendatangi sejumlah tempat pemakaman umum (TPU) di daerah tersebut.

Seorang peziarah, Novi (22) mengatakan, nyekar merupakan tradisi untuk mendoakan anggota keluarga yang telah meninggal dunia sekaligus bentuk bakti kepada orang tua.

“Kami sekeluarga setiap tahun pasti nyekar setelah shalat Id. Ini bentuk bakti dan doa kami untuk orang tua yang telah berpulang,” kata Novi di Cirebon, seperti dikutip dari ANTARA, Sabtu (21/3/2026).

Dia menyampaikan, aktivitas tersebut dilakukan di TPU Pronggol, Kelurahan Pegambiran, Cirebon yang juga sudah dipadati peziarah lain sejak Sabtu pagi.

Dia mengaku sengaja datang bersama keluarga dengan membawa bunga tabur, air, serta perlengkapan sederhana untuk membersihkan makam.

Adapun aktivitas yang dilakukan, kata dia, yakni membersihkan area makam, menaburkan bunga, hingga memanjatkan doa secara khusyuk.

“Kalau Lebaran memang seperti ini. Suasana pemakaman yang biasanya sepi berubah menjadi ramai,” katanya.

Peziarah lainnya, Edi (63), mengaku rutin mengajak anak dan cucunya saat berziarah ke makam keluarga. Dalam tradisi nyekar, rombongannya telah menggelar doa bersama untuk mengenang anggota keluarganya yang wafat pada akhir 2024.

“Saya mengajak anak-anak agar mengetahui leluhur mereka sekaligus sebagai pengingat bahwa kehidupan ini bersifat sementara,” ujar Edi.

Ato, tokoh agama setempat mengatakan, tradisi nyekar memiliki nilai spiritual bagi umat Islam, terutama di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Dia menyampaikan, tidak sedikit warga perantauan yang pulang kampung dan memanfaatkan momentum Lebaran untuk berziarah ke makam keluarga.

“Selain mendoakan yang telah meninggal, ini juga menjadi pengingat agar kita selalu berbuat baik,” kata dia.

Dia menyebut tradisi nyekar di Kota Cirebon diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, seiring masih adanya warga yang mudik.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kebersamaan selama momentum Lebaran.

Dia menekankan pentingnya mempererat silaturahim serta menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat dalam perayaan Lebaran 2026 di Kota Cirebon.

“Banyak perantau yang kembali ke Cirebon, dan menyampaikan kota ini sudah banyak berubah,” ujarnya. ***


Editor : Gin gin T Ginulur