Tragedi Kapal Bangladesh: Satu Tewas, Penyelidikan Dikebut 3 Hari
Kecelakaan yang melibatkan kapal di jalur sungai ini menewaskan satu orang, menyebabkan satu korban luka berat, dan satu lainnya dilaporkan hilang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Insiden tragis kembali terjadi di kawasan Terminal Perahu Motor Sadarghat, Bangladesh. kecelakaan yang melibatkan kapal di jalur sungai ini menewaskan satu orang, menyebabkan satu korban luka berat, dan satu lainnya dilaporkan hilang.
Pemerintah Bangladesh pun bergerak cepat dengan membentuk tim investigasi untuk mengusut penyebab kejadian tersebut.
Dua Tim Dibentuk, Laporan Ditargetkan 3 Hari
Menteri Negara Bidang Perhubungan Laut, Rajib Ahsan, menyatakan bahwa dua komite khusus telah dibentuk untuk menyelidiki insiden maut ini.
Kedua tim tersebut diberi tenggat waktu singkat, yakni tiga hari kerja, untuk menyampaikan laporan hasil investigasi.
Tim pertama dipimpin Abu Islam, Sekretaris Tambahan Kementerian Perhubungan
Tim kedua dipimpin Saiful Islam dari Otoritas Transportasi Perairan Pedalaman Bangladesh (BIWTA)
Selain itu, izin operasional dua kapal yang terlibat langsung dalam kecelakaan telah dicabut sebagai langkah awal penindakan.
Kronologi: Tabrakan Terjadi Saat Penumpang Hendak Naik kapal
kecelakaan terjadi pada sore hari ketika sekelompok penumpang tengah menunggu untuk naik kapal motor.
Mereka berada di atas perahu karet yang biasa digunakan sebagai alat transportasi penghubung ke kapal besar yang tidak bersandar langsung di dermaga.
Namun nahas, saat proses naik-turun penumpang masih berlangsung, sebuah kapal besar tiba-tiba menabrak perahu tersebut, menyebabkan kepanikan dan korban berjatuhan.
Video yang beredar memperlihatkan detik-detik menegangkan ketika perahu kecil berada di samping kapal besar sebelum akhirnya dihantam kapal lain.
Korban: Satu Tewas, Satu Hilang, dan Ibu Hamil Luka Berat
Korban meninggal dunia diketahui bernama Sohel Fakir.
Sementara itu, ayahnya, Miraj Hossain (52), masih dinyatakan hilang dan Istri Sohel, Rubi, mengalami luka serius dan dirawat di rumah sakit
Pihak pemerintah memastikan bahwa Rubi yang tengah mengandung dalam kondisi stabil.
“Kondisi ibu dan janinnya baik setelah mendapatkan perawatan intensif,” ujar Rajib Ahsan.
Pemerintah Janji Tindak Tegas dan Beri Kompensasi
Pemerintah Bangladesh menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani secara serius.
“Siapa pun yang terbukti bertanggung jawab akan menghadapi tindakan hukum maksimal,” tegas Rajib Ahsan.
Selain itu, kompensasi akan diberikan kepada keluarga korban meninggal
Perawatan korban luka menjadi prioritas utama.
Editor : Firda Rachmawati

