Tren Nilai Investasi di Cimahi Turun Hanya Rp1,36 Triliun Sepanjang 2024, DPMPTSP Ungkap Faktornya

Realisasi investasi atau penanaman modal di Kota Cimahi sepanjang tahun 2024 mengalami penurunan. Pasalnya, nilai investasi yang masuk tahun lalu hanya Rp1,36 triliun dari yang ditargetkan yakni sebesar Rp2,22 triliun.

Tren Nilai Investasi di Cimahi Turun Hanya Rp1,36 Triliun Sepanjang 2024, DPMPTSP Ungkap Faktornya
Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi mencatat, berdasarkan data investasi yang masuk pada 2024 masih didominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp825 miliar. Sedangkan dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp546 miliar. (ilustrasi)

INILAHKORAN, Cimahi - Realisasi investasi atau penanaman modal di Kota Cimahi sepanjang tahun 2024 mengalami penurunan. Pasalnya, nilai investasi yang masuk tahun lalu hanya Rp1,36 triliun dari yang ditargetkan yakni sebesar Rp2,22 triliun.

Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi mencatat, berdasarkan data investasi yang masuk pada 2024 masih didominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp825 miliar. Sedangkan dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp546 miliar.

"Iya trennya memang turun, termasuk tahun 2024," kata Kepala DPMPTSP Kota Cimahi Dadan Darmawan.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda pada DPMPTSP Kota Cimahi Irma Kumalasari menyebut ada sekitar 3.600 kegiatan usaha telah melaporkan penanaman modalnya, untuk PMA sebanyak 196 dan PMDN 3.406.

"Dominasinya memang masih di sektor tekstil. Untuk target tahun ini dari provinsi tetap Rp2,11 triliun," kata Irma.

Irma menuturkan, dampak ekonomi secara global menjadi faktor yang membuat turunnya investasi di Kota Cimahi.

Sebab, sambung Irma, pihaknya mendapati kondisi di lapangan adanya perusahaan-perusahaan yang terdampak sehingga enggan menanamkan modalnya di Kota Cimahi.

"Kalau saya melihatnya karena ekonomi secara global, kita kan mengandalkan industri sekarang. Di lapangan kita menemukan investor dari industri yang tutup," tuturnya.

Kendati demikian, ungkap Irma, ke depan pihaknya bakal membuat kajian untuk menarik investor agar menanamkan modalnya di Kota Cimahi. 

"Termasuk investasi di bidang pariwisata dimana saat ini sudah dikembangkan Ekowisata Cimenteng dan Teras Ciseupan," ungkapnya.

Tak cuma itu, lanjut Irma, pihaknya pun bakal mencoba menarik investor untuk mengelola bangunan bekas pabrik untuk dijadikan kawasan perdagangan dan sebagainya.

"Rencananya tahun ini kita mau data dulu lahan-lahan pabrik yang tutup. Kita buat kajian semacam superblock, seperti kawasan perdagangan," ujarnya. 

"Kita tawarkan siapa tau ada investor yang mengembangan kawasan tersebut," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani