Tunnel 2 di Jatiluhur Mulus Ditembus, Proyek 13 Terowongan KCJB Rampung Tersambung

13 terowongan proyek KCJB kini rampung tersambung usai tunnel 2 di Jatiluhur Purwakarta mulus ditembus, Selasa 21 Juni 2022.

Tunnel 2 di Jatiluhur Mulus Ditembus, Proyek 13 Terowongan KCJB Rampung Tersambung
Progres proyek tunnel 2 KCJB di Jatiluhur, Purwakarta.

INILAHKORAN, Bandung - Sebanyak 13 terowongan proyek KCJB kini rampung tersambung usai tunnel 2 di Jatiluhur mulus ditembus.

Direktur PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengaku lega dengan rampungnya tunnel 2 yang notabene proyek terowongan terpanjang kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang berada di Jatiluhur, Purwakarta.

“Ini adalah salah satu milestone yang terpenting dalam proses penyelesaian proyek KCJB. Hari ini, kami breakthrough tunnel 2 terowongan yang ada di Jatilihur,” kata Dwiyana dikutip Antara, Selasa 21 Juni 2022.

Baca Juga: Renovasi Interior Ruang Kerja Bupati dan Wabup Bandung Rp2 Miliar, Begini Reaksi Warga

Menurutnya, proses pengerjaan tunnel 2 sepanjang 1.040 meter itu menjadi salah satu titik konstruksi yang mempunyai tantangan tinggi. Lantaran, terowongan tersebut berada di tanah lempung. Secara faktual, proyek terowongan berhasil diselesaikan pada Jumat 17 Juni 2022 lalu.

Dia menuturkan, jenis tanah tersebut mempunyai karakteristik yang mudah lapuk apabila terekspos saat penggalian, sehingga berpotensi menimbulkan pergerakan konstruksi timbunan maupun jalan yang terdapat di atasnya. Tanah lempung tersebut tergolong ekstrem karena jika terekspos air dan udara dapat mengurangi hingga 80% daya dukung tanah.

“Pengerjaan tunnel 2 ini adalah salah satu obstacle terberat dalam pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung karena kondisi geologi yang dipenuhi clay shale,” ujarnya.

Baca Juga: Daripada Jalan Puncak II, Mulyadi Lebih Memilih Jalan Tol Caringin Cianjur Lantaran Realistis

Bahkan, guna mencari solusi konstruksi itu KCIC melakukan beberapa mitigasi dengan menambah galian yang semula dua titik menjadi empat titik. Selain itu, perusahaan juga menambah tenaga kerja hingga meningkatkan jumlah layer yang dari tiga lapis menjadi sembilan lapis untuk menghindari adanya runtuhan galian. KCIC melapisi dinding dan atap terowongan dengan double sheet wall agar memperkokoh terowongan tersebut, sehingga memperlambat pekerjaan proyek.

Dwiyana menyebutkan, sejauh ini progres investasi proyek KCJB mencapai 84%. Sedangkan, progres pembanguan fisik mencapai 76%. Masih dengan bidikan yang sama, target operasi secara komersial KCJB itu ditargetkan pada Juni 2023.

Nantinya, pada November mendatang KCIC akan melakukan tes dinamis untuk melakukan uji coba electric multiple unit (EMU). Rangkaian EMU ditargetkan datang di Indonesia pada September mendatang.

Baca Juga: Ridwan Kamil Menanti Aksi Nyata FKDM Jabar Wujudkan Kondusivitas Daerah

Sementara itu, Duta Besar Cina untuk Indonesia Lu Kang mengatakan kemajuan proyek KCJB itu relatif penting bagi hubungan diplomatik Indonesia dengan Cina. Dia menyampaikan, proyek tunnel 2 merupakan terowongan yang memiliki tingkat kesulitan paling tinggi. Namun, berkat kerja sama yang baik membuat tantangan itu bisa diselesaikan.

Dia menjelaskan, Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Cina Xi Jinping sangat memperhatikan proyek KCJB. Setiap kali mereka berkomunikasi, kata dia, mereka selalu membahas proyek kereta cepat tersebut.

“Atas kerja sama kita semua, proyek kereta cepat ini dalam tahap percepatan untuk mencapai target commercial operation date,” ujar Lu Kang.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Naik, Satgas COVID-19 Keluarkan Aturan Baru pada Pelaksanaan Kegiatan Berskala Besar

Sebelumnya, tunnel 2 KCJB dilanjutkan dengan pengerjaan konstruksi yang melibatkan sejumlah ahli. Penanganan struktur tanah lempung di lokasi salah satu terowongan itu melibatkan ahli dari Cina dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Keterlibatan ahli konstruksi itu akan dimaksimalkan untuk transfer knowledge kepada seluruh pekerja kereta cepat di titik konstruksi.

Jenis tanah lempung mempunyai karakteristik yang mudah lapuk apabila terekspos saat penggalian. Hal itu berpotensi menimbulkan pergerakan konstruksi timbunan maupun jalan yang terdapat di atasnya.

Baca Juga: WN China Terduga Pemerkosa Mangkir Dua Kali, Polda Metro: Nanti Dicek ke Penyidik

Para tenaga ahli berpengalaman didatangkan untuk membantu bagian permukaan terowongan. Mereka diakuinya menguasai metode grouting yang selama ini dipakai untuk mengerjakan beberapa proyek terowongan kereta cepat.

Berkat kolaborasi tersebut tantangan geografis itu relatif bisa diatasi karena proses pengerjaan berangsur membaik dan pengerjaan bisa mencapai 1,2 meter hingga 3 meter per hari.


Editor : inilahkoran