Umuh Muchtar Belum Puas dengan Performa Persib Bandung

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar secara terang-terangan belum puas dengan performa timnya saat ini. 

Umuh Muchtar Belum Puas dengan Performa Persib Bandung
Menurut Umuh Muchtar, permainan Persib Bandung belum sebaik pada musim lalu. Hingga akhirnya bisa meraih gelar juara back to back. (muhammad ginanjar)

INILAHKORAN, Bandung - Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar secara terang-terangan belum puas dengan performa timnya saat ini. 

Menurut Umuh Muchtar, permainan Persib Bandung belum sebaik pada musim lalu. Hingga akhirnya bisa meraih gelar juara back to back. 

Umuh Muchtar bahkan tidak menunjukan kepuasannya meski Persib Bandung baru saja mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 1-0. 

“Saya lihat (Persib) belum begitu seperti yang tahun kemarin ya, belum, masih jauh. Tapi insya Allah ya saya sudah serahkan kepada pelatih,” ujar Umuh Muchtar.

Pria yang akrab disapa WHU alias Wak Haji Umuh ini hanya meminta kepada para pemain untuk mendengarkan arahan pelatih. Baik itu di sesi latihan maupun saat dipercaya tampil menghadapi pertandingan.

“Semuanya harus mendengarkan arahan pelatih ya apapun sudah di lapangan. Coba dengarkan dan perhatikan apa yang dikatakan dan disampaikan oleh pelatih,” katanya. 

Dengan alasan ini, Umuh belum mau berkomentar mengenai target Persib untuk bisa kembali menjadi juara Liga. Dia memilih untuk melihat lebih dahulu permainan yang dijalankan skuad Bojan Hodak musim 2025-2026 ini.

“Saya udah bilang, lihat dulu lah sampai dimana Persibnya, kekuatannya, solidnya, menyatunya gitu kan. Kalau dulu kan kita akrab semua para pemain, ini kan baru bergabung-bergabung, jadi saya pun juga belum hafal siapa ini siapa ininya gitu kan,” bebernya.

Ya, saat ini Persib mengalami perombakan besar-besaran. Total 16 pemain baru didatangkan dan melepas 21 pemain lamanya. 

Bahkan empat di antaranya baru direkrut Persib Bandung. Masing-masing adalah Federico Barba dari Italia, Andrew Jung dari Prancis serta dua pemain Timnas Indonesia yakni Eliano Reijnders dan Thom Haye.


Editor : Doni Ramdhani