Umuh Muchtar Pastikan Kediamannya di Tanjungsari Aman Pasca Gempa Sumedang
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar memastikan kediamannya di Tanjungsari aman pasca gempa yang terjadi di Kabupaten Sumedang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar memastikan kediamannya di Tanjungsari aman pasca gempa yang terjadi di Kabupaten Sumedang.
Umuh Muchtar yang mengaku masih berada di Jepang mendapatkan kabar bahwa kediamannya di Desa Ciluluk, Tanjungsari aman meski gempa Sumedang terjadi sebanyak enam kali.
“Di Tanjungsari ada sedikitlah getaran (akibat gempa Sumedang), tapi Alhamdulillah aman. Masyarakat juga aman,” ungkap Umuh Muchtar, Rabu 3 Januari 2024.
Pria yang akrab disapa pak Haji ini pun berencana akan menyambangi beberapa wilayah Sumedang yang terkena dampak gempa setelah pulang dari Jepang.
“Mudah-mudahan, ketika saya pulang dari sini (Jepang) Pertama-tama saya akan kunjungi dulu lokasi gempa. Saya akan melihat gempa di sana seperti apa, melihat apa yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Umuh Muchtar memastikan akan melakukan komunikasi dengan masyarakat yang terkena dampak gempa Sumedang. Terutama mengenai kebutuhan yang perlu didapatkan.
“Jangan sampai mereka terabaikan. Harus diutamakan,” tegasnya.
Diketahui, Kabupaten Sumedang sejak tanggal 31 Desember 2023 sampai tanggal 1 Januari 2024, telah mengalami enam kali gempa bumi.
Pertama terjadi gempa magnitudo 4,1 pada pukul 14.35 WIB. Lalu gempa magnitudo 3,4 pukul 15:38 WIB, 4,8 pada pukul 20:34 WIB.
gempa terakhir pada 1 Januari 2024 pada pukul 20.46 WIB dengan kekuatan 4,5 magnitudo, menyebabkan penambahan bangunan rusak dan pengungsi di mana kini ada sekitar 400 rumah rusak dan 518 orang harus mengungsi ke tempat aman.
gempa yang terjadi di awal tahun 2024 itu menyebabkan sementara ini rumah rusak ringan 303 unit, 92 unit rumah rusak sedang, dan 69 unit rumah rusak berat, dan juga terdapat kerusakan pada 14 unit fasilitas pendidikan, serta tujuh tempat ibadah dan sarana umum. (muhammad ginanjar)
Editor : Doni Ramdhani

