Umuh Muchtar Rela Korbankan Nyawa Demi Persib dan Rakyat Jabar

Manajer Persib Umuh Muchtar sempat membuat khawatir bobotoh. Dia terlihat kelelahan saat mengikuti perayaan konvoi juara di Kota Bandung, Minggu (24/5/2026).

Umuh Muchtar Rela Korbankan Nyawa Demi Persib dan Rakyat Jabar
Umuh Muchtar mendampingi acara syukuran juara yang digelar di kediamannya di Desa Ciluluk, Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Senin (25/5/2026). (adam husein)

INILAHKORAN.ID - Manajer Persib Umuh Muchtar sempat membuat khawatir bobotoh. Pasalnya, pria yang akrab disapa Pak Haji itu sempat terlihat kelelahan saat mengikuti perayaan konvoi juara di Kota Bandung, Minggu (24/5/2026).

Bahkan, pria dengan ciri khas berkumis tebal itu sempat terlihat memegang erat para pemain dan ofisial yang berada di sampingnya saat akan meninggalkan kerumunan bobotoh.

Umuh mengakui dalam keadaan kurang sehat. Namun kini, kondisinya terus membaik setelah menghabiskan waktu dengan beristirahat.

Dia pun sempat khawatir tidak bisa mendampingi acara syukuran juara yang digelar di kediamannya di Desa Ciluluk, Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Senin (25/5/2026).

“Tadi pagi habis salat saya dipijat badan, sampai tidur dulu. Tadi waswas hajat saya bisa hadir apa tidak, tapi alhamdulillah,” ungkap Umuh.

Umuh yang kini berusia 78 tahun itu mengaku saat ini kaki kirinya masih merasakan sakit imbas berjalan kaki ke Pendopo Kota Bandung. 

“Kemarin jalan kaki jauh, saya hampir pingsan, pengap di Pendopo, benar-benar hampir. Tapi apapun juga nyawa saya berkorban untuk demi Persib, dan untuk membahagiakan rakyat Jawa Barat,” katanya.

Meski demikian, Umuh memastikan tidak pernah melakukan intervensi kepada tim. Baginya, soal tim diserahkan sepenuhnya kepada tim pelatih.  

“Ini pelatih terbaik, klub terbaik, jadi saya tidak pernah si A si B, silakan klub. Sampai ada yang tanya kenapa si ini gak main, kamu gak boleh gitu, ini keputusan pelatih, pelatih yang terbaik,” pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani