Update Korban Bencana di Sumatera, 883 Orang Tewas dan Ratusan Lainnya Masih Hilang
Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 6 Desember 2025 mencatat 883 jiwa meninggal
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memicu kerusakan luas dan korban jiwa dalam jumlah besar.
Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu 6 Desember 2025 mencatat 883 jiwa meninggal, 520 warga hilang, dan lebih dari 4.200 orang luka-luka akibat rangkaian bencana sejak akhir November 2025.
Bencana hidrometeorologi ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam satu dekade terakhir, dengan dampak merata di 51 kabupaten/kota.
Korban Jiwa Terbanyak di Agam dan Tapanuli Selatan
BNPB merinci sejumlah daerah dengan korban meninggal tertinggi, yaitu:
Kabupaten Agam – 171 jiwa
Tapanuli Selatan – 124 jiwa
Aceh Timur – 97 jiwa
Pidie Jaya – 84 jiwa
Bireuen – 68 jiwa
Wilayah lainnya seperti Aceh Tenggara, Langkat, dan Kota Lhokseumawe juga mencatat korban jiwa, meski dalam jumlah lebih kecil.
121,5 Ribu Rumah Rusak, 51 Kabupaten/Kota Terdampak
Kerusakan permukiman menjadi salah satu dampak terbesar. BNPB melaporkan:
121.500 rumah rusak
Tersebar di 51 kabupaten/kota
Ribuan keluarga harus mengungsi ke lokasi-lokasi aman
Kabupaten Aceh Tamiang mencatat jumlah pengungsi terbanyak, diikuti Pidie Jaya, Aceh Singkil, Langkat, dan Nagan Raya.
Ratusan Fasilitas Umum Ikut Hancur
Banjir dan longsor juga merusak banyak fasilitas penting:
1.100 fasilitas umum terdampak
338 rumah ibadah rusak
270 fasilitas kesehatan rusak
221 kantor pemerintahan/gedung publik terdampak
509 sekolah dan fasilitas pendidikan rusak
405 jembatan putus atau rusak berat
Kerusakan infrastruktur ini membuat distribusi bantuan terhambat di sejumlah titik.
BNPB: Evakuasi dan Distribusi Bantuan Dipercepat
BNPB bekerja sama dengan TNI, Polri, Basarnas, dan relawan daerah kini fokus pada:
Evakuasi warga dari lokasi yang masih terendam
Pencarian ratusan warga yang dilaporkan hilang
Pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor
Pengiriman logistik ke daerah terisolasi
Penanganan pengungsi di pos-pos darurat
Pemerintah pusat juga menegaskan komitmen penuh untuk percepatan pemulihan dan rekonstruksi.
Upaya Mitigasi Didorong untuk Cegah Bencana Berulang
Sejumlah pakar menilai curah hujan ekstrem dan kerusakan lingkungan berkontribusi pada masifnya bencana. Pemerintah daerah diimbau memperkuat mitigasi, terutama di bantaran sungai dan wilayah rawan longsor.
Editor : Firda Rachmawati

