Usai Liburan, Andika Kaget Belajar di Tenda Biru
Usai menghabiskan masa liburan dengan keluarga, Andika Pratama siswa kelas VI A SDN Ciri Mekar kaget saat melihat atap ruang tempat ia belajar ambruk hingga beratapkan langit biru.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Usai menghabiskan masa liburan dengan keluarga, Andika Pratama siswa kelas VI A SDN Ciri Mekar kaget saat melihat atap ruang tempat ia belajar ambruk hingga beratapkan langit biru.
Lebih kaget lagi, oleh para guru, anak berusia 12 tahun ini tidak disuruh masuk ke ruang kelasnya tetapi dimasukkan ke kelas darurat yang berada di bawah tenda biru.
"Sebelumnya oleh orang tua saya memang sudah dikasih tau kalau ruang kelas ambruk, namun baru kali ini saya belajar di dalam tenda biru dan berdesak - desakkan dengan siswa kelas lainnya," ujar Andika kepada wartawan, Senin (6/1/2020).
Ia menerangkan kegiatan belajar di bawah tebda biru memang menyenangkan karena rame - rame, namun dirinya mengaku kurang konsentrasi hingga khawatir dirinya bersama teman - teman tidak 'menangkap' apa yang yang diajarkan gurunya.
"Belajar dibawah tenda biru seperti ini memang menyenangkan, tetapi disisi lain udaranya kurang hingga membuat dirinya bersama teman lainnya tidak konsentrasi, saya juga khawatir nilai saya jeblok kalau terus belajar di kelas darurat," terangnya.
Guru kelas VI SDN Ciri Mekar 2 Maulana Hafizd menjelaskan di dalam kelas darurat ini para guru dalam kegiatan mengajar menggunakan tehnik Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR)
"Kegiatan belajar mengajar di kelas darurat hari ini kita menggunakan tehnik PKR karena siswa dan gurunya terdiri dari beberapa kelas, dimana para guru bergantian dalam memberikan materi pembelajaran. Harusnya dalam tehnik PKR ini disekat ruangnya namun karena darurat maka belum dilaksanakan," jelas Maulana.
Pria asli Kelurahan Pabuaran, Cibinong ini mengaku dalam kegiatan belajar mengajar du kekas darurat, para siswa di tahap awal diberika motivasi agar tidak kaget dan minta pindah ke sekolah lain.
"Hingga sejauh ini tidak ada siswa yang minta pindah ke sekolah lain dan untuk menjaga semangat anak dalam kegiatan menuntut ilmu, para guru pun memberikan motivasi," tambahnya. (Reza Zurifwan)
Editor : JakaPermana

