Viral Kemunculan Pelangi di Lokasi Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Warganet Singgung soal Pertanda Baik

Kemunculan pelangi di lokasi longsor Pasirlangu jadi sorotan dan disebut pertanda baik

Viral Kemunculan Pelangi di Lokasi Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Warganet Singgung soal Pertanda Baik
Viral Kemunculan Pelangi di Lokasi Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Warganet Singgung soal Pertanda Baik

INILAHKORAN.ID - Fenomena alam berupa munculnya pelangi terlihat di lokasi longsor Pasirlangu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, usai peristiwa longsor yang terjadi pada 24 Januari 2026

Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun TikTok @mang.legeg dan langsung menjadi viral serta menarik perhatian warganet.

Dalam video yang beredar, tampak pelangi membentang di atas area terdampak longsor. Bagian depan lokasi terlihat masih dipenuhi material tanah cokelat, lumpur, serta sisa puing bangunan berupa potongan kayu dan genteng yang berserakan. 

Kondisi tanah tampak basah dan gundul, menandakan dampak longsor yang cukup parah.

Sementara itu, pada bagian latar belakang terlihat hamparan perbukitan hijau dan lahan pertanian yang kontras dengan area longsoran. pelangi muncul melengkung di langit usai hujan, memperlihatkan peralihan cuaca setelah kawasan tersebut diguyur hujan lebat.

Kemunculan pelangi di lokasi bencana ini memicu beragam reaksi warganet. Banyak yang menilai momen tersebut sebagai pertada baik di tengah duka akibat bencana longsor yang sempat membuat kawasan Pasirlangu lumpuh sementara.

"Pertanda bakal.cerah.ga akan ada hujan

atau akan ada hikmah besar di balik kejadian," tulis salah satu pengguna TikTok di kolom komentar.

"Setelah kesedihan insya allah ada ke indahan yang warna warni seperti pelangi tersebut," sahut warganet lain. 

Seperti diketahui, longsor Pasirlangu terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bandung Barat. Material tanah dari perbukitan runtuh dan menutup area sekitar, termasuk akses jalan dan sejumlah bangunan di sekitarnya.


Editor : Firda Rachmawati