Viral Pasutri Bawa Bayi Emosi Gegara Tak Terima Ditegur Karena Merokok
Keduanya terlihat merokok sambil berkendara, sementara sang perempuan tampak menggendong seorang bayi di bagian depan tubuhnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebuah video yang memperlihatkan adu mulut hingga perkelahian di jalan raya mendadak viral di media sosial dan menuai perhatian luas warganet.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @bandungterkini dan sejumlah akun informasi daerah lainnya.
Dalam rekaman video, awalnya tampak dua orang pengendara motor yang diduga pasangan suami istri tengah berboncengan.
Keduanya terlihat merokok sambil berkendara, sementara sang perempuan tampak menggendong seorang bayi di bagian depan tubuhnya.
Aksi tersebut kemudian ditegur oleh perekam video karena dinilai membahayakan keselamatan bayi dan pengguna jalan lain. Namun, teguran itu disebut tidak dihiraukan, bahkan pasangan tersebut tetap melanjutkan perjalanan sambil merokok.
Perekam video disebut terus berusaha mengingatkan agar rokok dimatikan. Hingga akhirnya, perekam mengambil tindakan dengan menyiram rokok yang dihisap pengendara menggunakan air yang dibawanya.
Tindakan tersebut justru memicu emosi pengendara motor.
Pria yang merokok tampak memberhentikan perekam video, lalu melontarkan kata-kata kasar. Situasi memanas dan perkelahian pun tak terhindarkan.
Kemudian, pengendara motor terlihat beberapa kali memukul perekam video, sementara bayi yang digendong sang perempuan masih berada di lokasi kejadian.
Keributan tersebut akhirnya dilerai oleh warga sekitar yang datang ke lokasi. Hingga kini, belum diketahui secara pasti waktu dan lokasi kejadian dalam video viral tersebut.
Meski demikian, video tersebut telah dibanjiri ribuan komentar warganet. Banyak netizen menyayangkan aksi merokok di dekat bayi, sementara sebagian lainnya menyoroti tindakan perekam video yang dinilai memicu emosi.
Kolom komentar menunjukkan reaksi beragam. Sejumlah warganet menilai keselamatan bayi seharusnya menjadi prioritas utama, terutama dari paparan asap rokok. Namun, ada pula yang mengingatkan agar teguran dilakukan tanpa tindakan provokatif demi menghindari konflik fisik.
Editor : Firda Rachmawati
