Viral Video Enzo Fernandez Hantam Pemain Inggris, Wasit Loloskan Tanpa Kartu
Enzo Fernandez melakukan tindakan berbahaya dengan menghantamkan pukulan ke arah tengkuk salah seorang pemain Inggris.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Laga semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Inggris vs Argentina tidak hanya menyajikan tensi tinggi, tetapi juga diwarnai keputusan kontroversial dari korps baju hitam.
Sebuah insiden pelanggaran keras di menit-menit awal pertandingan kini menjadi sorotan tajam dan memicu perdebatan panas di jagat maya.
Baru berjalan tiga menit, atmosfer pertandingan di lapangan langsung memanas akibat aksi agresif dari gelandang Argentina, Enzo Fernandez. Namun, yang membuat publik terheran-heran adalah respons dari sang pengadil lapangan terhadap insiden tersebut.
Detik-Detik Insiden Menit Ke-3: Pukulan ke Tengkuk
Melansir unggahan video dari jurnalis olahraga senior Jose Ramon Fernandez melalui akun resminya, insiden ini terjadi tepat pada menit ke-3 laga berjalan.
Dalam potongan klip berdurasi singkat tersebut, terlihat Enzo Fernandez melakukan tindakan berbahaya dengan menghantamkan pukulan ke arah tengkuk salah seorang pemain Inggris.
Meskipun benturan tersebut terlihat cukup telak dan berpotensi memicu cedera, wasit yang memimpin jalannya laga mengambil keputusan yang dinilai sangat janggal.
Wasit sama sekali tidak menandakan adanya pelanggaran, apalagi menunjukkan kartu peringatan (baik kartu kuning maupun kartu merah) kepada Enzo Fernandez atas aksi tersebut. Laga pun tetap dilanjutkan seolah tidak terjadi apa-apa.
Netizen Ngamuk, Keputusan Wasit Dipertanyakan
Keputusan kontroversial wasit yang meloloskan tindakan Enzo Fernandez dari hukuman langsung memicu reaksi keras dari para pencinta sepak bola di media sosial. Unggahan yang memuat momen pelanggaran tersebut langsung viral dan telah disaksikan lebih dari 780 ribu kali dalam waktu singkat.
Banyak netizen dan pendukung timnas Inggris menilai bahwa tindakan tersebut seharusnya layak diganjar kartu merah langsung karena dikategorikan sebagai tindakan kekerasan di lapangan (violent conduct).
Kritik tajam pun dialamatkan kepada kinerja wasit serta efektivitas penggunaan teknologi VAR (Video Assistant Referee) yang dinilai luput dalam momen krusial ini.
Editor : Firda Rachmawati
