INILAH, Bogor – Turunnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor dari Rp 7,5 triliun tahun 2018 lalu menjadi Rp 6,02 triliun di tahun 2019 ini mempengaruhi kualitas jalan-jalan di Bumi Tegar Beriman
“Turunnya APBD mau tak mau ikut mempengaruhi kualitas jalan kabupaten karena anggaran untuk pembangunan jalan dan jembatan turun dari Rp 370 miliar menjadi Rp 236 miliar,” ucap Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Aji Sukmajaya kepada wartawan, Jumat (8/3/2019).
Dia menerangkan karena turunnya anggaran ini, sejumlah proyek pembangunan jalan dan jembatan yang diusulkan oleh masyarakat maupun kecamatan terpaksa dia tolak.
“Jelas masyarakat banyak yang kecewa karena usulan atau aspirasinya tentang pembangunan jalan dan jembatan tidak terealisasi, tetapi ini kan terpaksa kita lakukan karena anggarannya yang memang terbatas,” terangnya.
Aji sapaan akrabnya menjelaskan karena bantuan dari provinsi maupun dari pemerintah pusat pun tidak banyak yaitu dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu Rp28 miliar sedangkan dari bantuan provinsi (Banprov) cuma Rp15 miliar, maka pembangunanya hanya bisa untuk empat proyek saja.
"Bantuan DAK Rp 28 miliar untuk membangun jembatan Bojonggede-Kemang serta jalan di Cileungsi serta Babakan Madang, sedangkan Banprov sebesar Rp 15 miliar digunakan untuk pembangunan ruas jalan Barengkok ke Pabangbon, Leuwiliang," jelas Aji.