WALHI Jabar Soroti Dugaaan Alih Fungsi Lahan Perkebunan Teh PTPN VIII di Rancabali Kabupaten Bandung
Adanya alih fungsi lahan perkebunan teh yang dikelola PTPN VIII di Rancabali Kabupaten Bandung pun menjadi perhatian khusus WALHI Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Adanya alih fungsi lahan perkebunan teh yang dikelola PTPN VIII di Rancabali Kabupaten Bandung pun menjadi perhatian khusus WALHI Jabar.
Tak hanya warga lokal, kekecewaan yang sama diungkapkan Dewan Pembina Wahana Lingkungan Hidup atau WALHI Jabar Dedi Kurniawan. Dia pun mempertanyakan rencana kelola PTPN VIII di perkebunan Rancabali, Kabupaten Bandung terkait alih fungsi lahan komoditas teh.
Sebagai pegiat lingkungan, WALHI Jabar menilai Rancabali itu adalah kawasan resapan di Kabupaten Bandung. Artinya, jika ada perubahan bentang alam dari perkebunan teh yang dikelola PTPN VIII itu maka ancaman terjadinya bencana alam menjadi konsekuensi logis yang harus ditanggung warga setempat.
"Apalagi, kalau lahan tersebut menjadi gundul kemudian diganti tanaman lain atau bahkan menjadi tempat wisata. Itu harus mempertimbangkan aspek legal dan kawasan," kata Ketua Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Jabar itu.
Menurutnya, aspek legal terkait perizinan alih fungsi lahan itu harus ditelusuri dari mana. Tentu, hal urgen lainnya yakni siapa yang mengeluarkannya.
"Terus mau dibangun apa areal itu dan akan berdampak kah terhadap kawasan, karena ada kemungkinan bakal ada pengerasan unjuk jalan dan bangunan dan yang lainnya," ujar Dedi.
Baca Juga: Ferdy Sambo, Sampai Kapan Mendekam di Mako Brimob Kelapa Dua?
Berdasarkan penelusuran INILAHKORAN di lapangan, beberapa orang pekerja membenarkan jika tanaman di lahan bekas perkebunan teh itu tengah ditanami seledri dan stroberi.
Hamparan tanaman selederi yang masih kecil dan ditutup plastik terlihat cukup luas. Sedangkan tanaman stroberi nampak dalam ratusan pot karung.
Di bagian lain, lahan yang semula berupa perkebunan teh pun kini berubah menjadi lapangan dan jalan yang gersang dan berdebu.*** (Dani R Nugraha)
Editor : inilahkoran


