Wali Kota Percepat Pengadaan Lahan Jalan Pengganti Jalan Saleh Danasasmita 

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan persiapan untuk pengadaan atau pembebasan lahan yang akan digunakan sebagai trase jalan pengganti Jalan Saleh Danasasmita yang mengalami longsor beberapa waktu lalu. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan Pemkot Bogor berkomitmen melanjutkan rekomendasi dari beberapa lembaga terkait kondisi jalan longsor yang tidak lagi bisa digunakan.

Wali Kota Percepat Pengadaan Lahan Jalan Pengganti Jalan Saleh Danasasmita 
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan persiapan untuk pengadaan atau pembebasan lahan yang akan digunakan sebagai trase jalan pengganti Jalan Saleh Danasasmita yang mengalami longsor beberapa waktu lalu. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan Pemkot Bogor berkomitmen melanjutkan rekomendasi dari beberapa lembaga terkait kondisi jalan longsor yang tidak lagi bisa digunakan.

INILAHKORAN, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan persiapan untuk pengadaan atau pembebasan lahan yang akan digunakan sebagai trase jalan pengganti Jalan Saleh Danasasmita yang mengalami longsor beberapa waktu lalu. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan Pemkot Bogor berkomitmen melanjutkan rekomendasi dari beberapa lembaga terkait kondisi jalan longsor yang tidak lagi bisa digunakan.

"Saat ini kami sudah membentuk tim dan melakukan beberapa pembahasan yang didasari oleh pertimbangan dalam proses pengadaan lahan agar semua berjalan sesuai aturan. Kami akan konsisten setelah pembebasan lahan, maupun secara simultan langkah-langkah administrasi baru, kemudian penganggaranya akan kami lakukan. Karena masyarakat tidak bisa menunggu," ungkap Dedie kepada wartawan pada Rabu 7 Mei 2025.

Dedie melanjutkan, sebab, langkah cepat dan strategis ini sangat dibutuhkan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat pengguna jalan ataupun yang terdampak. 

"Pengadaannya kami lakukan tahun ini. Untuk anggarannya tentu mengikuti aturan, jadi sesuai nilai appraisal tanah (proses penaksiran atau penilaian harga tanah, baik dengan atau tanpa bangunan di atasnya)," terang Dedie. 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengatakan tahapan yang saat ini sedang dijalankan adalah persiapan Feasibility Study (FS) kemudian Detail Engineering Design (DED). 

"FS sedang berproses diharapkan juga DED selesai akhir bulan ini. Setelah itu siap kami akan mengajukan terkait beberapa dokumen yang nanti akan dilakukan oleh instansi terkait seperti nilai appraisal, analisis dampak lalu lintas (andalalin), lingkungan dan sebagainya itu akan disiapkan," tuturnya.

Esti memaparkan, terkait anggaran pengadaan tanah saat ini rencananya akan menggunakan anggaran dari APBD Kota Bogor dan APBD Provinsi Jawa Barat.

"Sedangkan untuk proses pembangunan, kami dipimpin pak Wali Kota Bogor sudah bertemu dengan Wakil Menteri PU yang rencananya akan menggunakan anggaran Inpres daerah 2025 yang bersumber dari Kementerian PU," paparnya.

Esti menjelaskan, setelah semua proses selesai maka pembangunan pun bisa segera dilaksanakan.

"Perencanaan pembangunan akhir tahun ini September sampai Desember. Semoga bisa sesuai target," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana