Wali Kota Tekankan Pentingnya Keluarga Sebagai Pondasi Integritas dan Anti Korupsi

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menekankan integritas dalam pemerintahan harus berakar dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. 

Wali Kota Tekankan Pentingnya Keluarga Sebagai Pondasi Integritas dan Anti Korupsi
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim

INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menekankan integritas dalam pemerintahan harus berakar dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. 

Maka Pemkot Bogor sudah tepat menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas dengan tema 'Mewujudkan Keluarga Berintegritas Melalui Penanaman Nilai-Nilai Antikorupsi'.

Dedie menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) akan pentingnya penanaman nilai-nilai antikorupsi yang dimulai dari keluarga.

"Integritas itu mulainya dari keluarga, dari suami, istri dan anak-anak. Maka dari itu, penting untuk menanamkan nilai antikorupsi untuk mewujudkan keluarga berintegritas," tutur Dedie di Balai Kota Bogor pada Selasa 27 Mei 2025. 

Sementara itu, Analis Tindak Pidana Korupsi Madya KPK, Nurtjahyadi yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini, menekankan bahwa keluarga harus menjadi tempat pertama dalam menanamkan nilai-nilai antikorupsi. 

"Kami perlu tanamkan sejak dini tentang keluarga berintegritas, agar masing-masing pasangan itu saling mengedukasi terkait bahayanya korupsi," tutur Nurtjahyadi. 

Ia menyoroti, pentingnya menanamkan nilai antikorupsi sejak dini kepada anak-anak, agar ke depannya anak-anak bisa menjalankan nilai antikorupsi itu lebih komprehensif dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. 

Senada dengan itu, Analis Tindak Pidana Korupsi Madya KPK lainnya, David Sepriwasa, yang memaparkan materi mengenai keluarga berintegritas, menyebut bahwa pelibatan pasangan dalam bimtek ini merupakan strategi penting untuk membentuk keluarga yang saling mengingatkan.

"Tujuan kegiatan ini agar pasangan pejabat juga memahami risiko dan pencegahan korupsi. Setelah pelatihan ini, kami harapkan mereka bisa menjadi contoh dan menyosialisasikan nilai-nilai ini di keluarga maupun instansinya," terang David.

David menjelaskan, bahwa para ASN bisa mendapatkan sertifikat sebagai bagian dari peserta rencana aksi apabila setelah bimtek ini mereka melakukan sosialisasi mengenai keluarga berintegritas. Sosialisasi dapat dilakukan dengan berbagai bentuk, mulai dari pemasangan banner di instansi terkait, penyampaian amanat pada saat apel, atau membuat video penyuluhan terkait keluarga berintegritas. Nantinya bentuk sosialisasi yang dilakukan tersebut dapat ditunjukkan kepada tim KPK untuk mendapatkan sertifikat. 

"Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program KPK dalam membangun budaya antikorupsi yang dimulai dari masyarakat, dunia usaha, hingga keluarga. Selama tiga hari ke depan, KPK juga akan menggelar pelatihan Dunia Usaha Antikorupsi dan Perempuan Antikorupsi," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti