Wangi Seruni, Solusi Bagi yang Rindu Hidangan Rumahan Tempo Dulu

Wangi Seruni menghadirkan hidangan rumahan yang sangat cocok untuk mereka yang ingin bernostalgia, dengan menu-menu masakan keluarga tempo dulu.

Wangi Seruni, Solusi Bagi yang Rindu Hidangan Rumahan Tempo Dulu
Wangi Seruni, Solusi Bagi yang Rindu Hidangan Rumahan Tempo Dulu

INILAHKORAN, Bandung - rumah makan Wangi Seruni, boleh dibilang menjadi salah satu destinasi wisata kuliner yang pas bagi masyarakat Kota Bandung maupun pelancong.

Wangi Seruni menghadirkan hidangan rumahan yang sangat cocok untuk mereka yang ingin bernostalgia, dengan menu-menu masakan keluarga tempo dulu.

Sajian makanan yang disuguhkan pada umumnya dapat dinikmati semua kalangan dan usia, mulai dari kakek, nenek, hingga orangtua dan anak-anak bisa menikmatinya.

Terletak di Jalan Cimanuk Nomor 42, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, restoran ini menghadirkan 18 menu utama, sembilan hidangan tambahan dan camilan, hingga 22 macam minuman.

Wangi Seruni memiliki cukup banyak kursi dan ada satu ruangan khusus, untuk keluarga besar yang hendak membuat menikmati hidangan bersama. Lokasi pun tidak jauh dari Gedung Sate, pusat pemerintahan Provinsi Jabar dan dekat dengan area Pusat Dakwah Islam (PUSDAI) Jawa Barat.

Dari 18 menu yang dihidangkan, ada beberapa rekomendasi yang wajib dicoba dan tentunya harga sangat ramah di kantong. Seperti menu Ayam Goreng Seruni dipatok Rp32 ribu, Sop Seruni Rp35 ribu, Sop Ikan Kakap Honje Rp40 ribu, Sop Kepala Ikan Kakap Honje Rp55 ribu, Tumis Bunga Bawang Rp17 ribu dan tiga buah Perkedel Rp10 ribu.

Ada juga menu baru, yakni Soto Seruni yang dibanderol Rp35 ribu, Tumis Lember Rp17 ribu, hingga Tahu Lontong Rp17 ribu. Dengan harga terjangkau, pengunjung bisa makan bersama dan menikmati ciri khas makanan rumahan dengan rasa yang spesial.

Di sisi lain, Sop Kepala Ikan Kakap di Wangi Seruni tergolong beda. Kepala ikan kakap tidak dihidangkan menjadi dua potong, tapi secara utuh.

"Untuk menu sop kepala ikan kakap kami hidangankan secara utuh, tanpa dipotong menjadi dua bagian. Benar-benar utuh," ujar salah satu Pemilik RM Wangi Seruni, Runy Hut Riantoro Bangkit dalam keterangannya, Jumat 18 Juli 2025.

Selain sop, Ayam Goreng Seruni juga cukup jadi idola dan merupakan hidangan signature dari Wangi Seruni. Ayam yang digunakan yaitu jenis pejantan dengan jaminan proses pemotongan halal dan diambil dari suplier yang sudah bersertifikat resmi.

"Semua produk kami halal supplier kita juga bersertifikasi halal. Outlet pun kami berproses halal," ucap Runy.

Wangi Seruni tidak muluk-muluk dalam menyuguhkan menu kepada para pengunjung karena dikonsep dengan penuh kesederhanaan. Namun, untuk urusan rasa, mereka memastikan sedikit berbeda-beda dengan olahan rumah pada umumnya, sebab tetap mengedepankan cita rasa yang khas.

"Karena ini resep dari ibu saya, kemudian saya develop lagi untuk bisa dinikmati para pengunjung. Kami pada dasarnya tidak berharap banyak sih, yang penting pengunjung datang, dan bisa makan dengan nyaman saja," kata Runy.

"Kalau berharap ini enak dan megah gitu ya dan ekspektasi orang kayak wah ini enak banget, enggak juga. Cuma saya tuh harapannya pengunjung datang ke sini bisa makan dengan nyaman dan nikmat. Tidak berharap banyak lah sebetulnya," kata Runy menambahkan.

Wangi Seruni sendiri belum berusia satu tahun, namun dengan tingginya animo masyarakat yang datang dan menikmati hidangan ada kemungkinan mereka mampu melebarkan sayap dan ekspansi, salah satunya ke Jakarta.

"Kalau misalkan market, berdasarkan data yang kami punya 50 persen pengunjung dari Jakarta dan 50 persen Bandung. Mungkin kalu banyak dari Jakarta, akan lebih mudah kita ekspansi ke sana, meski itu masih kami diskusikan," kata dia. (Yuliantono)


Editor : Firda Rachmawati