WJIS 2024, Bey Machmudin Klaim Investasi Kunci Genjot Pertumbuhan Ekonomi Jabar

WJIS 2024, Bey Machmudin Klaim Investasi Kunci Genjot Pertumbuhan Ekonomi Jabar
Sebelum digelar WJIS 2024, capaian realisasi investasi di Jabar yang tinggi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Dimana perekonomian Jabar tetap stabil pada kuartal kedua 2024, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 4,95 persen. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengklaim, investasi menjadi kunci dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Sebelum digelar WJIS 2024, capaian realisasi investasi di Jabar yang tinggi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Dimana perekonomian Jabar tetap stabil pada kuartal kedua 2024, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 4,95 persen.

"Stabilitas ini sebagian besar didorong oleh sektor investasi, yang tumbuh sebesar 1,40 persen," ujar Bey Machmudin di West Java Investment Summit WJIS 2024 di Trans Luxury Hotel, Bandung, Kamis 19 September 2024.

Terlebih lonjakan investasi ini turut berdampak signifikan, terhadap penyerapan tenaga kerja dari 119.866 pekerja pada semester pertama 2023 menjadi 185.967 pekerja pada paruh pertama 2024.

"Angka-angka ini dengan jelas menunjukkan hubungan langsung antara realisasi investasi dan penciptaan lapangan kerja," ucapnya.

Bey Machmudin menunjuk realisasi investasi di Jabar melonjak dari Rp103,6 triliun pada semester pertama 2023 menjadi Rp128,32 triliun pada semester pertama 2024. Peningkatan ini menunjukkan daya tarik provinsi ini dan keberhasilan dalam menciptakan iklim investasi yang baik.

"Lebih penting, kenaikan investasi ini berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja," imbuhnya.

Pada semester pertama 2023, sebanyak 119.866 orang terserap di dunia kerja, dan jumlah ini meningkat tajam menjadi 185.967 orang pada semester pertama 2024.

Sebab itu Bey Machmudin memastikan, adanya hubungan langsung antara investasi dan penyerapan tenaga kerja memperlihatkan peran penting investasi dalam pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Menurutnya, perkembangan ekonomi Jabar bukan hanya soal angka, tapi juga soal meningkatkan kualitas hidup, membuka peluang, dan membangun masa depan yang lebih baik. Sejak 2010, pertumbuhan ekonomi stabil di angka 5-6 persen dengan pendapatan per kapita berkisar antara US$2.300-2.500.

"Kemajuan ini terus berlanjut, membangun fondasi kuat untuk pengembangan di masa depan," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani